BOGOR, Mediakarya – Pengerjaan proyek pengaspalan jalan lingkungan (jaling) di Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor diduga dalam pelaksanaannya asal-asalan alias amburadul. Pasalnya dalam teknik pengerjaan tidak sesuai prosedur pengaspalan.
“Seperti tidak adanya pembersihan dilokasi jalan yang akan di aspal, termasuk bahan material cairan lem perekat (emotion) yang banyak dicampur air sehingga hotmix tidak akan menempel sempurna,” ungkap salah satu warga yang biasa mengerjakan proyek hotmiz, Kotin kepada Mediakarya belum lama ini.
Selain itu, kata Kotin untuk ketebalan hotmix sangat tipis.
“Padahal sesuai aturan ketebalan hotmix seharusnya 2 sentimeter tapi kalau saya lihat ketebalannya mungkin kurang dari 1 sentimeter,” ulasnya.
Sementara Kepala Desa Ciburuy, Suherman mengaku, bahwa pihaknya sudah menyerahkan anggaran pembangunan jaling ke Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).
“Penyerahan anggaran ke TPK diserahkan secara utuh tidak dipotong sepeser pun dan disaksikan oleh kepala dusun, pendamping desa dan lainnya,” jelas Suherman.
Ketua BPD Ciburuy Deden saat dihubungi via pesawat selulernya tidak mau berkomentar terkait adanya kisruh dan beberapa kejanggalan yang dalam pengerjaan pengaspalan dari anggaran Dana Desa (DD) tahap 3 ini.
Dan informasinya dalam pengerjaan proyek DD tahap 3 ini tidak ada pemberdayaan bagi masyarakat berupa Padat Karya Tunai (PKT). (dedi)











