KOTA BEKASI, Mediakarya – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dibatasi. Hal ini merujuk pada meningkatnya Covid-19 varian Omicron di Kota Bekasi. Terpantau di SDN Mustikajaya IV, Kota Bekasi, proses belajar mengajar tetap dilakukan namun dengan penerapan prokes yang ketat.
“Kaitan dengan ptm, alhamdulilah untuk di mustikajaya sudah berjalan, hari ini semua sekolah dan kita dengan teman-teman tiga pilar kalau di kecamatan dan ada empat pilar kita selalu monitor ke wilayah kaitannya dengan ptm tersebut,” kata Camat Mustikajaya Gutus Hermawan saat diwawancara media pada Senin (07/02/22)
Camat Mustikajaya Gutus Hermawan didampingi Lurah Mustikajaya Mochamad Adhie, serta unsur tiga pilar lainnya meninjau langsung pelaksanaan belajar tatap muka terbatas di sekolah tersebut.
“Sudah berjalan baik, dan antusias siswa juga bagus, contohnya hari ini kita walaupun cuacanya hari ini hujan tapi siswa semuanya dapat hadir, prokesnya sudah kita tekankan kepada para kepala sekolah, RT RW ikut memantau termasuk stakeholder yang ada,” kata Gutus.

Ia menambahkan bahwa penerapan prokes di wilayahnya sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 melanda Kota Bekasi.
“Sudah berjalan dengan baik artinya bukan hanya saat ini saja, dari kemarin awal covid hingga saat ini kita tekannya untuk prokes,” Pungkasnya.
Nampak, para siswa di SDN Mustikajaya IV, melakukan tes suhu serta diwajibkan mencuci tangan didampingi guru yang memang bersiap di gerbang sekolah. Mereka berbaris rapi untuk menunggu giliran masuk ke kelas yang memang dibatasi.
Sebelumnya, dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Ir beberapa waktu lalu, mengungkap bahwa berdasarkan data sementara, untuk SMP yang terkorfirmasi smpai hari ini, guru ada 83 dan siswa 45, sedangkan SD guru ada 9 dan siswa ada 45, itu pertanggal 2 Januari jam 10 hasil dari bidang smp dan SD.
“Maka dengan itu dinas pendidikan langsung melakukan pengendalian, yg pertama edaran walikota mulai hari ini dilakukan PJJ smpai 17 Febuari 2022, kita akan melakukan pcr acak dengan bekerja sama dengan Dinkes, walaupun PJJ kita akan melakukan tracking dengan keluarga,” kata Krisman. (Mme)






