Gelar XPORIA 2026, Bank Jakarta Bangun Ekosistem Ekonomi Terintegrasi Berbasis Kolaborasi

- Editor

Kamis, 23 April 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya— Bank Jakarta menggelar Bank Jakarta XPORIA 2026 di Balai Kota Jakarta pada 20–23 April 2026 sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi terintegrasi berbasis kolaborasi antara sektor perbankan, pelaku usaha, dan nasabah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mengusung konsep experience space, ajang ini menghadirkan beragam sektor mulai dari kuliner, fashion, emas, properti hingga otomotif dalam satu ruang interaktif yang dirancang untuk mendorong transaksi, memperkuat jejaring usaha, serta meningkatkan literasi layanan keuangan digital.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, penyelenggaraan XPORIA 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Bank Jakarta sekaligus menjadi wujud transformasi perseroan dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

“XPORIA bukan sekadar pameran, tetapi ruang pengalaman yang mempertemukan merchant, nasabah, dan layanan perbankan dalam satu ekosistem. Ini bagian dari komitmen kami membangun konektivitas ekonomi yang lebih efisien dan terintegrasi,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4).

Menurut Agus, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kepercayaan serta engagement ASN terhadap Bank Jakarta melalui kemudahan akses layanan dan beragam penawaran produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban.

Ia menegaskan, penguatan ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi salah satu fokus Bank Jakarta dalam mendorong transaksi digital dan memperluas kolaborasi dengan para merchant.

“Melalui event ini kami ingin mempertemukan merchant dan nasabah agar dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan efisien. Pada akhirnya, ini akan menggerakkan roda ekonomi Jakarta secara nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  JNE Express dan KONI Berkolaborasi Demi Suksekan PON XXI

Agus menambahkan, konsep integrasi yang dibangun dalam XPORIA 2026 tidak hanya menempatkan Bank Jakarta sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai enabler yang menghubungkan berbagai elemen ekonomi dalam satu ekosistem kolaboratif.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengapresiasi penyelenggaraan XPORIA 2026 yang dinilai mampu menghadirkan beragam mitra strategis dan memperkuat reputasi Bank Jakarta di industri jasa keuangan.

Menurut dia, kehadiran berbagai mitra dalam kegiatan tersebut mencerminkan meningkatnya kredibilitas dan kepercayaan terhadap Bank Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga mendorong Bank Jakarta terus memperluas inovasi layanan dan ekspansi bisnis.

“Ini menjadi langkah positif dalam memperkuat peran Bank Jakarta sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus penggerak ekosistem ekonomi,” kata Suharini.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Jakarta Dipo Nugroho menilai sinergi antara layanan keuangan, teknologi digital, dan kebutuhan nasabah menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi modern yang inklusif.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan, XPORIA 2026 diharapkan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan yang tidak semata transaksional, tetapi juga kolaboratif.

“Ke depan kami terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Arie.

Melalui XPORIA 2026, Bank Jakarta menegaskan posisinya tidak hanya sebagai institusi perbankan daerah, tetapi juga katalis pembangunan ekosistem ekonomi terintegrasi yang menopang pertumbuhan usaha, memperluas akses transaksi digital, dan memperkuat ekonomi Jakarta. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi
Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara
Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah
Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional
BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 07:28 WIB

Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara

Berita Terbaru