Akademisi Unsoed: Isu Politik Identitas dan Hoaks Menurun

- Editor

Sabtu, 3 Februari 2024 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOKERTO, Mediakarya – Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Edi Santoso menilai suasana menjelang Pemilu 2024 lebih kondusif dibandingkan Pemilu 2019 karena saat sekarang isu politik identitas dan hoaks cenderung menurun.

“Kalau saya bandingkan dengan Pemilu 2019, memang ada penurunan isu untuk politik identitas karena waktu itu kita memang seolah-olah berhadapan, kita terbelah dua,” kata Edi Santoso di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Akan tetapi dengan adanya tiga poros seperti saat sekarang berupa koalisi yang bercampur baur, kata dia, isu politik identitas terasa tidak sekencang Pemilu 2019 meskipun isu tersebut tetap ada.

Ia mengakui peran pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sangat penting untuk menjaga komunikasi yang harmonis.

“Misalnya selama ini yang dilakukan Kemenkominfo itu dengan literasi digital karena berkembangnya hate speech (ujaran kebencian, red.) dan hoaks yang di situ ada isu-isu politik identitas, itu ‘kan lewat media sosial, lewat perangkat-perangkat digital,” kata Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu.

Ia mengatakan jika masyarakat makin melek terhadap hal=hal semacam itu, masyarakat akan semakin mereduksi potensi-potensi negatif seperti politik identitas.

Oleh karena itu, kata dia, peran Kemenkominfo dalam menjaga ruang publik dari isu politik identitas maupun hoaks perlu ditingkatkan lagi melalui literasi digital.

“Itu penting di luar beberapa inisiasi lembaga masyarakat, komunitas, karena isu literasi digital ini memang merupakan isu bersama, ada porsi pemerintah di sana, ada porsi perguruan tinggi, ada porsi LSM,” tegasnya.

Baca Juga:  Dirjen Otda: Surabaya Layak Raih Predikat Pemerintahan Terbaik

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan suasana yang relatif kondusif menjelang Pemilu 2024 tersebut tetap berlangsung hingga pemungutan suara pada 14 Februari maupun setelah berlangsungnya pesta demokrasi meskipun saat sekarang suhu politik lebih naik lagi.

“Wajarlah mendekati hari pencoblosan,” kata Edi, dilansir dari antara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyebutkan masyarakat Indonesia menunjukkan kedewasaan berdemokrasi di momen Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 dan hal itu tercermin di ruang digital Indonesia.

Ia menyebutkan hal itu terlihat dari berkurangnya kuantitas hoaks dan politik identitas yang beredar di ruang siber untuk periode kali ini.

“Meskipun tak sepenuhnya menghilang, namun kita juga mencermati ada penurunan pemakaian politik identitas. Dan kita cukup mau apresiasi hal itu. Masyarakat kita juga semakin dewasa dengan pengalaman Pemilu dua kali dan Pilpres sebelumnya,” ungkapnya dalam keterangan persnya yang diterima, Selasa (30/1).

Nezar menilai masyarakat sudah banyak yang memetik pelajaran dari Pemilu-Pemilu sebelumnya yang penuh dinamika di ruang digital.

Masyarakat kali ini dinilai telah menerima bahwa perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi maka dari itu kini setiap orang mengambil sikap lebih bijak di media sosial. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat
Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Sat Lantas Nias Selatan Bidik 11 Pelanggaran Ini Mulai Senin Depan
Jangan Umumkan Kebijakan Mentah, Legislator Ini Desak Prabowo Benahi 3 Program Dinilai Bermasalah
Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Andre Rosiade: MBG Masih Dibutuhkan di Daerah, Evaluasi Jangan Hanya Karena Ramai Penolakan di Jakarta
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:22 WIB

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Sat Lantas Nias Selatan Bidik 11 Pelanggaran Ini Mulai Senin Depan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jangan Umumkan Kebijakan Mentah, Legislator Ini Desak Prabowo Benahi 3 Program Dinilai Bermasalah

Berita Terbaru

PT NSHE memperkuat konservasi lingkungan dengan menambah jembatan arboreal di PLTA Batangtoru demi menjaga konektivitas habitat dan keselamatan satwa liar.

Headline

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Minggu, 25 Okt 2026 - 12:22 WIB