ACEH PIDIE, Mediakarya – Kabupaten Pidie, yang selama ini dikenal dengan kerupuk melinjo, mendadak gempar. Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal skala industri yang diduga memproduksi sabu dalam jumlah masif di jantung permukiman warga.
Dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, dan Ditjen Bea dan Cukai, petugas mengamankan 11 orang dan menyita barang bukti fantastis: sekitar 1,2 ton sabu dalam bentuk cair.
Dua dari 11 orang yang diamankan merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.
Lokasi laboratorium maut tersebut berada di dua unit rumah toko (ruko) di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Pengungkapan ini diberitakan media nasional pada Jumat (23/10/2026) dan langsung menjadi sorotan, dan viral di TikTok: “Masa di Pidie Ada Pabrik Sabu”
Sebelum rilis resmi aparat, publik Aceh sudah lebih dulu digemparkan oleh video TikTok akun @muna_mane. Dengan nada heran dan syok, pemilik akun mempertanyakan bagaimana mungkin pabrik sabu bisa beroperasi di Pidie.
“Ya Tuhanku, masa di Pidie ada pabrik sabu,” ucapnya dalam video yang kemudian viral.
Konten tersebut mencerminkan keterkejutan warganet. Bagaimana mungkin laboratorium narkoba skala besar bisa beroperasi di tengah masyarakat, dengan melibatkan WNA, tanpa terdeteksi?
11 Ditangkap, 5 DPO Diburu, Diduga Jaringan Internasional
Berdasarkan data resmi operasi gabungan, 11 orang yang diamankan terdiri dari 9 WNI dan 2 WNA Tiongkok. Fakta ini sekaligus meluruskan simpang siur informasi di media sosial yang sebelumnya menyebut WNA asal Thailand.
Seperti dikutip dari DetikSumut, pengungkapan ini diduga kuat berkaitan dengan jaringan narkotika internasional.
Aparat kini masih terus mengembangkan perkara. Pemberitaan Metro TV, Jumat (23/10), menyebut penyidik masih memburu 5 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) serta menelusuri dugaan pengendali utama jaringan yang berada di luar negeri.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan pengejaran masih berlangsung. Penyidik juga tengah mendalami bukti elektronik untuk membongkar pola komunikasi dan aliran dana jaringan tersebut.
Teka-teki Besar: Dari Mana Bahan Baku dan Siapa Bekingnya?
Terungkapnya lab sabu 1,2 ton di Pidie menyisakan teka-teki besar yang kini ditunggu jawabannya oleh publik.
Bagaimana jalur masuk bahan baku kimia dalam jumlah tonase besar ke Aceh? Bagaimana ruko di kawasan permukiman bisa disulap menjadi pabrik narkoba tanpa kecurigaan? Dan yang paling krusial, apakah ada pihak yang membekingi operasi haram tersebut?
Aparat menegaskan, setiap dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan jaringan internasional, akan dibuktikan melalui proses penyidikan. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Publik Aceh dan nasional kini menanti pengungkapan tuntas. Bukan hanya soal 11 tersangka, tapi bongkar sampai ke akar-akarnya, termasuk menelusuri aliran dana dan otak di balik laboratorium sabu raksasa di Tanah Rencong tersebut. (Malik)











