Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti sabu yang diamankan aparat gabungan

Barang bukti sabu yang diamankan aparat gabungan

ACEH PIDIE, Mediakarya – Kabupaten Pidie, yang selama ini dikenal dengan kerupuk melinjo, mendadak gempar. Aparat gabungan membongkar laboratorium narkotika ilegal skala industri yang diduga memproduksi sabu dalam jumlah masif di jantung permukiman warga.

Dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, dan Ditjen Bea dan Cukai, petugas mengamankan 11 orang dan menyita barang bukti fantastis: sekitar 1,2 ton sabu dalam bentuk cair.

Dua dari 11 orang yang diamankan merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Lokasi laboratorium maut tersebut berada di dua unit rumah toko (ruko) di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Pengungkapan ini diberitakan media nasional pada Jumat (23/10/2026) dan langsung menjadi sorotan, dan viral di TikTok: “Masa di Pidie Ada Pabrik Sabu”

Sebelum rilis resmi aparat, publik Aceh sudah lebih dulu digemparkan oleh video TikTok akun @muna_mane. Dengan nada heran dan syok, pemilik akun mempertanyakan bagaimana mungkin pabrik sabu bisa beroperasi di Pidie.

“Ya Tuhanku, masa di Pidie ada pabrik sabu,” ucapnya dalam video yang kemudian viral.

Konten tersebut mencerminkan keterkejutan warganet. Bagaimana mungkin laboratorium narkoba skala besar bisa beroperasi di tengah masyarakat, dengan melibatkan WNA, tanpa terdeteksi?

11 Ditangkap, 5 DPO Diburu, Diduga Jaringan Internasional

Berdasarkan data resmi operasi gabungan, 11 orang yang diamankan terdiri dari 9 WNI dan 2 WNA Tiongkok. Fakta ini sekaligus meluruskan simpang siur informasi di media sosial yang sebelumnya menyebut WNA asal Thailand.

Baca Juga:  Gus Miftah Desak Suharso Monoarfa Minta Maaf

Seperti dikutip dari DetikSumut, pengungkapan ini diduga kuat berkaitan dengan jaringan narkotika internasional.

Aparat kini masih terus mengembangkan perkara. Pemberitaan Metro TV, Jumat (23/10), menyebut penyidik masih memburu 5 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) serta menelusuri dugaan pengendali utama jaringan yang berada di luar negeri.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan pengejaran masih berlangsung. Penyidik juga tengah mendalami bukti elektronik untuk membongkar pola komunikasi dan aliran dana jaringan tersebut.

Teka-teki Besar: Dari Mana Bahan Baku dan Siapa Bekingnya?

Terungkapnya lab sabu 1,2 ton di Pidie menyisakan teka-teki besar yang kini ditunggu jawabannya oleh publik.

Bagaimana jalur masuk bahan baku kimia dalam jumlah tonase besar ke Aceh? Bagaimana ruko di kawasan permukiman bisa disulap menjadi pabrik narkoba tanpa kecurigaan? Dan yang paling krusial, apakah ada pihak yang membekingi operasi haram tersebut?

Aparat menegaskan, setiap dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan jaringan internasional, akan dibuktikan melalui proses penyidikan. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Publik Aceh dan nasional kini menanti pengungkapan tuntas. Bukan hanya soal 11 tersangka, tapi bongkar sampai ke akar-akarnya, termasuk menelusuri aliran dana dan otak di balik laboratorium sabu raksasa di Tanah Rencong tersebut. (Malik)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Sidang Gugatan Pelda Satria Nusantara Ditunda, Pengacara Soroti Netralitas Sekretaris Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terbaru