Aktualisasi Wawasan Kebangsaan Dibutuhkan Di Era Digital

- Penulis

Kamis, 30 September 2021 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Anggota Komisi 1 DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia mengatakan aktualisasi wawasan kebangsaan sangat penting di era digital saat ini. Salah satu bentuk tindakan nyata aktualisasi wawasan kebangsaan di era digital adalah bijak dalam bermedia sosial.

Hal itu disampaikan Farah Puteri Nahlia dalam keynote speakernya dalam webinar bertajuk, Litetasi Digital Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (29/9). Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Direktur Eksekutif LISKANAS, Bimo Aryo Nugroho sebagai narasumber.

Menurut Farah Puteri Nahlia, aktualisasi terhadap wawasan kebangsaan akan berdampak pada penumbuhan rasa cinta terhadap negara dan masyarakat yang dilandasi atas rasa persatuan dan kesatuan yang kuat antar sesama di tengah situasi dunia yang dinamis.

“Cara tersebut hanya bisa apabila kita mengaktualisasikan wawasan kebangsaan baik di kehidupan realita maupun digital,” ujarnya.

Politisi perempuan dari PAN itu mengatakan perlu adanya peningkatan literasi digital dengan membangun budaya digital yang positif, bisa dilakukan dengan hal kecil seperti, SaringSebelumSharing dan bijak dalam bermedsos.

Baca Juga:  RUU PDP Instrumen Hukum Yang Perlu Hadir Di Indonesia

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif LISKANAS, Bimo Aryo Nugroho mengatakan era digital menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan meningkatkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.

Menurut dia, banyaknya pengguna media sosial saat ini juga berbanding lurus dengan derasnya arus informasi dan opini dari tiap individu. Hal ini lanjut, Bimo Nugroho, harus dikelola menjadi sesuatu kekuatan positif untuk kesatuan, persatuan dan kemajuan bangsa.

“Banyak kasus hoaks yang menimbulkan permusuhan dan perkelahian sekaligus menjadi ancaman dari kemajemukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan nasionalisme merupakan sebuah sikap yang harus dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di era digital saat ini.

Menurutnya pada era digital tentunya nilai-nilai nasionalisme harus ditanamkan melalui literasi digital, agar masyarakat bisa menjadikan pancasila sebagai pembatas dari pemahaman yang menggerus kedaulatan negara. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:28 WIB

Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN

Berita Terbaru