APERTI BUMN dan GLU Malaysia Perluas Kolaborasi: Pertukaran Mahasiswa dan Riset Inovatif di ASEAN

APERTI BUMN
APERTI BUMN kerja sama dengan GLU Malaysia untuk pertukiaran mahasiswa.

“Program ini bukan sekadar kunjungan akademik. Mahasiswa akan bekerja dalam tim multinasional untuk merancang solusi nyata bagi masyarakat dan tantangan kawasan,” ujar Prof. Iwa Garniwa, Ketua APERTI BUMN sekaligus Rektor ITPLN, Rabu (14/1/2026).

Dua Fase Program

  1. Fase daring: Diskusi inovasi, pembentukan tim lintas negara, dan penyusunan proposal proyek CSR berbasis komunitas.
  2. Fase luring: Implementasi proyek CSR, pengabdian masyarakat, pertukaran budaya, tur edukasi, dan forum refleksi.

“Mobilitas mahasiswa kini menjadi ruang co-creation solusi sosial lintas negara, bukan sekadar hadir secara fisik,” tambah Prof. Iwa. Mahasiswa APERTI BUMN juga didorong terlibat dalam GLU Student Activities, platform kolaborasi mahasiswa ASEAN.

Perguruan Tinggi yang Terlibat

Indonesia: Telkom University, Universitas Pertamina, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), ITPLN, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) serta Politeknik Semen Indonesia (PoltekSI).

Malaysia: Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Multimedia University (MMU), Universiti Kuala Lumpur (UniKL).

Riset Strategis untuk Masa Depan

Kerja sama mencakup riset lintas disiplin:

  • Dekarbonisasi: Efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, carbon capture, dan bahan bakar rendah karbon. Fokus untuk menekan emisi dan memperkuat ketahanan industri.
  • Transformasi digital: Cloud computing, data analytics, dan AI untuk otomasi, efisiensi biaya, percepatan pengambilan keputusan, dan pengembangan sumber pendapatan digital.

“Riset ini relevan bagi industri dan mendukung target SDGs, khususnya energi bersih, aksi iklim, dan kemitraan global,” ujar Prof. Iwa.

Langkah ke Depan

GLU dan APERTI BUMN menyiapkan skema kolaborasi lebih luas, termasuk pendanaan bersama, pertukaran peneliti, pemanfaatan fasilitas laboratorium, serta pengabdian masyarakat berbasis hasil riset. Hasil penelitian juga diarahkan ke pra-komersialisasi dan komersialisasi, mempercepat hilirisasi inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *