Tekan Biaya Dapur hingga 56 Persen, ITPLN Perkenalkan Kompor Biomassa di Pesantren

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ITPLN pamerkan keunggulan teknologi kompor Biomassa di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI, Bogor

ITPLN pamerkan keunggulan teknologi kompor Biomassa di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI, Bogor

BOGOR, Mediakarya – Upaya transisi energi nasional mulai menemukan bentuk konkret di tingkat komunitas. Institut Teknologi PLN (ITPLN) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pascasarjana menghadirkan teknologi kompor biomassa di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI, Bogor, sebagai solusi efisiensi energi, pengelolaan limbah, sekaligus pengurangan emisi karbon.

Program ini dipimpin Ketua Tim PKM Pascasarjana ITPLN, Dr. Dhami Johar Damiri, dosen Program Studi Magister Teknik Elektro ITPLN, bersama I Made Indradjaja, Dr. Eng. Marwan Rosyadi, dan Martin Choirul Fattah.

Dhami menjelaskan, kebutuhan energi dapur pesantren yang melayani ratusan hingga ribuan santri selama ini sangat bergantung pada LPG. Fluktuasi dan kenaikan harga LPG dinilai menjadi beban tersendiri bagi operasional pesantren.

“Padahal, pesantren menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar setiap hari. Melalui kompor biomassa, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar terbarukan yang lebih murah dan ramah lingkungan,” ujar Dhami, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan, pemanfaatan biomassa merupakan bagian penting dari strategi transisi energi nasional, khususnya di sektor rumah tangga dan komunitas berbasis sosial-keagamaan.

“Transisi energi tidak harus selalu dimulai dari teknologi mahal. Teknologi tepat guna seperti kompor biomassa justru efektif diterapkan di level akar rumput,” katanya.

Baca Juga:  ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy

Dalam implementasinya, tim PKM Pascasarjana ITPLN memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah organik menjadi bahan bakar biomassa, serta penggunaan dan perawatan kompor biomassa untuk kebutuhan dapur pesantren.

Hasilnya, biaya bahan bakar berhasil ditekan hingga 56 persen, dari sebelumnya setara Rp3.840 per kilogram bahan bakar fosil menjadi sekitar Rp1.680 per kilogram biomassa.

Selain alih teknologi, tim PKM juga menyerahkan 10 unit kompor biomassa, modul pelatihan, serta membentuk tim pengelola teknologi di lingkungan pesantren. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian energi pesantren sekaligus menumbuhkan kesadaran santri terhadap pentingnya energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.

Menurut Dhami, pesantren memiliki peran strategis dalam mendorong transisi energi berbasis masyarakat.

“Jika pesantren mampu mengelola energi dan limbah secara berkelanjutan, model ini dapat direplikasi secara luas dan menjadi bagian dari gerakan nasional transisi energi yang berkeadilan,” ujarnya.

Ke depan, program ini ditargetkan menjadi contoh penerapan dapur ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi karbon, menekan biaya operasional, serta memperkuat peran komunitas dalam mendukung agenda energi bersih nasional. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB