Munas PKP 2026: Bangkit dengan Kepemimpinan Manajer, Bukan Penguasa

- Editor

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Isfan Fajar Satryo jadi Ketua PKP dalam Munas PKP.

Isfan Fajar Satryo jadi Ketua PKP dalam Munas PKP.

JAKARTA, Mediakarya — Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Persatuan (PKP) yang digelar pada 15 Januari 2026 di Hotel Horison Ultima Menteng menjadi titik kebangkitan partai setelah beberapa tahun mengalami keterpurukan. PKP gagal menjadi peserta Pemilu dan mengalami disfungsi organisasi dari pusat hingga daerah.

Rully Soekarta, Dewan Pembina PKP, menegaskan, kegagalan Pemilu mengguncang seluruh struktur partai. “Dari pusat sampai daerah, struktur partai terguncang. Fungsi partai nyaris tidak berjalan,” ujarnya.

Secara hukum, PKP tetap eksis. Dewan Pembina mengambil alih kendali organisasi untuk menyiapkan Munas yang melahirkan ketua umum definitif berperan sebagai manajer organisasi, bukan penguasa.

“Ketua partai posisinya tinggi, tapi bukan raja dan bukan pencari kekuasaan,” tegas Rully. PKP menegaskan prinsip pendiri: rakyat adalah pemilik bangsa dan penentu aspirasi negara.

Munas menegaskan kembali ruh PKP: “Keadilan dan Persatuan”. Politik tanpa keadilan dan persatuan, menurut Rully, akan menyesatkan bangsa.

Ketua umum PKP dipilih melalui mekanisme tertutup berbasis kriteria kepemimpinan, menilai pengalaman, visi, dan kapasitas calon. “Kami tidak hitung kepala, tapi hitung isi kepala. Musyawarah itu berilmu,” jelas Rully.

Baca Juga:  Ketua FLO DKI Jakarta Silaturahmi dengan Menteri Agama, Bahas Santunan Anak Yatim dan Kolaborasi Kegiatan

Isfan Fajar Satryo: Pemimpin Generasi Baru

Nama Isfan Fajar Satryo, putra Try Sutrisno, muncul dari proses penjaringan panjang, bukan dorongan keluarga.

“Beliau ingin menjadi manajer, bukan ketua. Ini keputusan hasil refleksi pribadi, bukan instan,” ujar Rully.

Isfan memiliki latar belakang sipil, pengalaman usaha, kepemimpinan organisasi, dan jejaring luas lintas generasi. PKP menyadari lebih dari 60 persen pemilih kini milenial dan Gen Z, yang membutuhkan pemimpin rasional dan berempati.

PKP membangun struktur berbasis rasa memiliki bersama, bukan loyalitas buta. “Bukan hormat berlebihan pada ketua, tapi tanggung jawab terhadap keputusannya. Kalau rakyat kuat, negara tenang. Kalau elite nikmat, rakyat runtuh,” tegas Rully.

Munas PKP 2026 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi pernyataan ideologis. Dengan ketua umum baru, PKP menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan keadilan dan persatuan secara nyata bagi rakyat dan bangsa. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo
Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi
Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma

Berita Terbaru