KOTA BEKASI, Mediakarya – Sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, sebanyak 30 siswa kelas 4,5,6 dan tenaga pendidik serta tenaga kependidikan SD Ananda Bekasi lakukan tes PCR.
Kepala SD Ananda Bekasi Bayu Artadri menuturkan, tes PCR yang melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Durenjaya, merupakan kegiatan rutin SD Ananda Bekasi dalam rangka menjaga kesehatan siswa dimasa pandemi ini.
“Tes PCR ini merupakan giat rutin sekolah dalam hal menjaga kesehatan dimasa pandemi ini,” ungkap Bayu, Kamis (23/12/2021).
Ia menyampaikan, pada giat tersebut, seluruh siswa juga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dengan tetap mematuhi prokes yang ada serta menjauhi kerumunan.
“Kami juga mengingatkan kepada siswa agar tetap menjaga kesehatan serta mematuhi prokesnya,” tambah Bayu.
“PCR-nya dilakukan random bagi siswa dan giat ini sebagai proses evaluasi terhadap PTMT di sekolah,” paparnya.
Bayu menekankan, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) terhadap penyebaran Covid-19, maka dilakukan tes PCR terhadap semua guru SD Ananda dan siswa secara random yang berjumlah 30 siswa.
Salah seorang tenaga kesehatan dari Puskemas Durenjaya mengatakan, untuk mendapatkan hasil dari tes PCR ini, pihaknya harus menunggu 1-2 hari lamanya.
Hal ini dikarenakan banyaknya siswa dari sekolah lain yang melakukan hal serupa di Kota Bekasi, sehingga semakin cepat tes PCR tersebut diberikan, maka akan semakin cepat pula hasil yang didapatkan.
“Untuk hasilnya minimal 1-2 hari, karena kami harus mengirimkan hasilnya ke Labkesda Kota Bekasi terlebih dahulu, baru hasilnya bisa diperoleh,” katanya.
Yoga, siswa kelas 6 SD Ananda Bekasi mengatakan, dirinya tidak merasa takut saat mengikuti tes PCR tersebut. Bahkan ia merasa geli dan ingin bersin saat alat PCR dimasukan ke salah satu lubang hidungnya.
“Rasanya geli dan ingin bersin saat alatnya masuk ke dalam hidung dan saya tidak takut ikut PCR-nya,” pungkasnya. (apl)






