KOTA BEKASI, Mediakarya – Jelang perayaaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2021, skenario pengamanan telah dirancang oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota bersama unsur tiga pilar Kota Bekasi.
Sebanyak 1.510 personil gabungan akan mengamankan jalannya Nataru di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Adapun rincian personil yang akan dilibatkan ialah 840 Polri, 460 instansi samping (Kodim 0507/Bks, Sub Denpom II, Dishub, Satpol PP dan Dinas Kesehatan) dan 210 orang dari ormas/potmas.
Polres Metro Bekasi Kota juga telah memperkirakan beberapa titik yang akan menjadi titik kumpul pada perayaan malam pergantian tahun baru mendatang. Setidaknya ada 14 lokasi yang akan mendapat perhatian lebih dari jajaran tiga pilar.
Selain itu, ada 20 rumah ibadah yang juga akan mendapat pengamanan serta 7 lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi kegiatan ibadah jelang malam natal, yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi.
“Titik-titik rawan terletak pada gereja-gereja besar yakni sudah ada pembatasan, mudah-mudahan tidak ada kerawanan karena memang pembatasan ini sangat efektif, sehingga umat yang datang pada gereja tersebut akan menjadi terbatas jumlahnya,”ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Aloysius Suprijadi kepada media pada Kamis (23/12/21).
Pihaknya juga enegaskan, bahwa di perbatasan wilayah Kota Bekasi sendiri tidak akan diberlakukan penyekatan. Hanya saja petugas akan mengimbau pada titik perayaan malam tahun baru agar masyarakat tidak banyak berkerumun, mengingat pandemi Covid-19 dengan varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.
“Kalau tahun baru, nanti kita himbau untuk tidak menimbulkan keramaian masyarakat termasuk alun-alun dan pembatasan malam hari nanti akan ditutup dan untuk masyarakat tidak berkumpul yang menyebabkan adanya potensi penyebaran daripada Omicron,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai mengikuti apel gabungan persiapan pengamanan Natal dan tahun baru 2021 bersama tiga pilar menuturkan bahwa Pemkot Bekasi bersama-sama dengan tiga pilar akan melakukan pengamanan hingga level kelurahan.
“Terutama adalah bagaimana antisipasi terkait juga penyebaran Covid-19, Omicron dinyatakan oleh bapak presiden sudah ada di Indonesia, ini yang kita antisipasi supaya tidak ada kenaikan, karena bagaimana menyeimbangkan pengamanan yang ada dengan prokes tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi kita jaga,” katanya Tri.
Menurut dia, jelang perayaan malam tahun baru, Pemkot juga tidak mengizinkan tempat keramaian untuk melakukan perayaan secara berlebihan dengan menimbulkan kerumunan.
“Semua sesuai dengan ketentuan rumah ibadah saja kita batasi 50 persen, tidak ada satu tempat kerumunanpun yang kemudian diperkenankan, jadi kita akan menyiapkan dua pos pelayanan yang ada di mall dan sinergi dengan Polsek yang ada,” tukasnya. (Mme)






