Beijing Tolak Sanksi Ekonomi Washington Atas Teheran

- Editor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf

Teheran Media Karya – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memuji langkah China menolak sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran.

Dalam unggahan di media sosial X pada Rabu (26/8), Ghalibaf mengatakan penentangan China terhadap sanksi baru AS ke Iran menunjukkan bahwa kemitraan strategis antara kedua negara begitu kuat dan tak butuh izin siapa pun.

“Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar. Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun,” tulisnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyampaikan bahwa Beijing menentang keras sanksi AS terhadap Iran “yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dijuluki “D-Day”. Sanksi ini diberikan buntut negosiasi damai AS-Iran tak kunjung mufakat.

Baca Juga:  Picu Ketegangan di Teluk, Iran Peringatkan Negara Eropa Tak Kirimkan Kapal Perangnya ke Selat Hormuz

Ghalibaf merupakan salah satu negosiator utama Teheran dalam serangkaian pembicaraan dengan Washington. Ia juga menjabat sebagai utusan khusus Iran untuk urusan China.

China menjadi mitra dagang terbesar Iran sejak AS di bawah Trump menarik diri dari kesepakatan terkait program nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Iran pada 2018.

Pertukaran ekonomi Beijing dan Iran, yang meliputi impor minyak dan produk petroleum dalam jumlah besar, terus berkembang selama beberapa tahun terakhir meskipun tekanan sanksi AS terhadap mitra dagang Iran semakin meningkat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang
Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education
Iran Tolak Mentah Mentah Proposal Gencatan Senjata AS Tujuh Hari Buka Selat Hormuz
Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Iran Tetap Teguh Melawan Amerika dan Israel di PBB
Kapal Komersial Sitaan Koalisi Amerika Israel Dijual Iran
Presiden Iran Serukan Persatuan Islam Larang Negara Muslim Jadi Pangkalan Militer AS

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education

Rabu, 30 September 2026 - 09:17 WIB

Iran Tolak Mentah Mentah Proposal Gencatan Senjata AS Tujuh Hari Buka Selat Hormuz

Rabu, 30 September 2026 - 09:05 WIB

Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Berita Terbaru

Sidang gugatan ijazah Gibran (Foto: Istimewa)

Opini

Nurani di Ujung Jabatan

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:36 WIB