Menlu Iran: Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang

- Editor

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi (Foto: Irannews)

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi (Foto: Irannews)

TEHERAN, Mediakarya – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran tetap serius dalam menempuh jalur diplomasi, namun akan memberikan respons yang lebih keras jika kembali menghadapi aksi militer.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat berpidato di hadapan para duta besar asing dan kepala misi diplomatik di Teheran, Minggu (5/10/2026) waktu setempat.

“Jika musuh sekali lagi memilih jalan konfrontasi militer, mereka akan menghadapi respons yang lebih kuat dari sebelumnya,” kata Araghchi. Ia menambahkan, pada saat yang sama Iran “tetap siap untuk solusi yang adil dan bermartabat melalui diplomasi.”

Kunjungan Delegasi Iran ke New York

Terkait kunjungan delegasi Iran ke New York dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Araghchi menyebut dirinya bertemu dengan 42 menteri luar negeri, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengadakan pertemuan dengan sekitar 10 kepala negara.

Araghchi menilai kehadiran Iran di New York tahun ini kuat dan efektif. Ia mengatakan delegasi mengadakan sejumlah pertemuan dan wawancara, Presiden berpidato di Sidang Umum PBB, sementara dirinya menyampaikan pidato di sesi-sesi terkait dan bertemu dengan sejumlah tokoh politik.

Menurutnya, atmosfer politik di New York dipengaruhi oleh proposal dan kehadiran Iran, yang menunjukkan bahwa Teheran tetap serius mengenai diplomasi dan pencarian solusi damai. Ia menilai anggapan bahwa Iran dapat diisolasi telah gagal, dan Teheran telah menunjukkan mampu menawarkan solusi untuk perang maupun perdamaian.

Baca Juga:  Bebas Aktif di Persimpangan Zaman: Evolusi Politik Luar Negeri Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global

Bantah Klaim Pengusiran oleh AS

Araghchi juga membantah klaim Amerika Serikat yang menyebut delegasi Iran telah diusir dari negara tersebut. Ia menyatakan delegasi berangkat dan kembali dari New York sesuai jadwal yang telah ditentukan, dan menyebut klaim tersebut aneh serta mempertanyakan perilaku Washington sebagai tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Lebih lanjut, ia mengatakan para diplomat Iran menyampaikan pesan perdamaian rakyat Iran dan solusi rasional dan damai, sambil menjelaskan secara jelas kondisi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan kaitannya dengan komitmen AS.

Araghchi menyebut pertemuan dengan negara-negara tetangga, khususnya negara-negara Teluk Persia, berlangsung efektif, penuh hormat, dan bersahabat. Iran, kata dia, menempuh jalan membangun kepercayaan dengan negara tetangga, sementara negara-negara kawasan memiliki tekad yang sama untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan keamanan.

Untuk pertemuan dengan negara-negara Eropa, Araghchi menyebut berlangsung luas dan terus terang. Ia berharap pemerintah Eropa akan mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap Iran, dengan mengutip pengakuan Sekretaris Jenderal NATO bahwa negara-negara Eropa telah berpartisipasi dalam perang AS melawan Iran.

Di akhir pernyataannya, Araghchi mengatakan Iran berharap Amerika Serikat akan memilih akal sehat dan rasionalitas. Menurutnya, baik aksi militer maupun sanksi tambahan tidak dapat memberikan solusi. (Indra)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education
Iran Tolak Mentah Mentah Proposal Gencatan Senjata AS Tujuh Hari Buka Selat Hormuz
Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah
Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Iran Tetap Teguh Melawan Amerika dan Israel di PBB
Kapal Komersial Sitaan Koalisi Amerika Israel Dijual Iran
Presiden Iran Serukan Persatuan Islam Larang Negara Muslim Jadi Pangkalan Militer AS
Garda Revolusi Iran IRGC Hadiahkan Rp177 Miliar Untuk Kepala Barron Trump

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Menlu Iran: Siap Diplomasi, Tapi Akan Beri Respons Lebih Keras Jika Diserang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Rektor Ubhara Jaya Raih Global Leadership Award in Security Based Higher Education

Rabu, 30 September 2026 - 09:17 WIB

Iran Tolak Mentah Mentah Proposal Gencatan Senjata AS Tujuh Hari Buka Selat Hormuz

Rabu, 30 September 2026 - 09:05 WIB

Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Berita Terbaru

Opini

HUT TNI ke-81, Di Antara Loyalitas dan Batas Sipil

Senin, 5 Okt 2026 - 08:30 WIB