New York, Mediakarya.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan akan menggunakan panggung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) pekan ini untuk menyampaikan sikap tegas dan “memberi pelajaran” kepada negara-negara yang memusuhi negaranya, di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran akan memanfaatkan forum internasional tersebut untuk menyuarakan penderitaan serta mempertahankan posisi dan martabat rakyat Iran di kancah global.
“Kami keluar dengan kepala tegak, dan ini adalah sumber martabat dan kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, kami akan dengan tegas membela posisi kami di forum internasional,” ujar Pezeshkian dalam konferensi pers, Selasa (22/9), seperti dikutip dari Tasnim News Agency dan AFP.
Ia menambahkan, pihaknya akan menyampaikan secara langsung kepada pihak-pihak yang memusuhi Iran bahwa masyarakat setempat tetap teguh menghadapi berbagai ketidakadilan dan perlakuan tidak adil yang diterima.
Dalam kesempatan yang sama, Pezeshkian juga melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat.
Ia menuding Washington gagal menghormati komitmen negosiasi serta melanggar kesepakatan setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Menurutnya, dunia yang damai menuntut penghormatan terhadap hak-hak bangsa, dan masyarakat tidak bisa dipaksa tunduk melalui aksi kekerasan.
Menyoroti situasi di kawasan, Pezeshkian meminta agar berbagai peristiwa dinilai berdasarkan realitas objektif di lapangan, bukan dengan membenarkan setiap tindakan militer atas nama pemberantasan terorisme.
Ia turut mempertanyakan legitimasi pihak-pihak yang melancarkan serangan hingga berdampak pada warga sipil dan fasilitas umum.











