Dampak Kenaikan Kurs Dollar AS Mulai Dirasakan Pengusaha Di Kota Bekasi

- Editor

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Dampak kenaikan kurs Dollar AS dan melemahnya rupiah dirasakan di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Salah satu dampaknya ialah pada sektor industri yang masih mengandalkan bahan baku impor.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi mulai mengeluhkan hal tersebut, Pasalnya, hingga Senin (18/05) kemarin nilai tukar rupiah mencetak rekor terendah dengan ditutup di level Rp 17.667 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan.

Ketua APINDO Kota Bekasi Farid Elhakamy mengatakan, saat ini dampak melemahnya Nilai Kurs Rupiah terhadap Dollar AS mulai terasa dampaknya terhadap industri di Kota Bekasi, terutama terkait bahan baku.

“Bagi perusahaan dengan bahan baku import, mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku terhadap produknya,” ucap dia melalui keterangannya, Selasa (19/05/2026).

Baca Juga:  Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Ia menyatakan, adapun opsional yang dilakukan oleh para pelaku usaha, adalah mereka mencoba menaikkan harga jual secara penjualan.

“Lantaran secara dampak yang mulai terasa, dikarenakan mungkin ada customernya yang bisa memahami dan ada juga yang tidak bisa memahami,” sambungnya.

Farid menyebut, bahwa dampak naiknya kura Dollar AS sendiri para pelaku usaha sudah mulai putar otak, dalam mengurangi volume di Purchase Order (PO) dan ada juga yang beralih ke kompetitor.

“Meskipun proses efisiensi sendiri juga suda dilakukan secara maksimal. Tetapi mengenai kenaikan harga bahan baku ini mulai terasa sekarang, terutama produk otomatis yang kebanyakan bahan bakunya impor,” jelasnya.(Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ancam Tutup SD Unity School, BAPERA Jabar Bakal Laporan Misbahudin ke MKD dan DPP Gerindra
Bongkar Mushola di Tanah Negara, Camat Medansatria Dinilai Sengaja Ciptakan Konflik dengan Warganya
Pembangunan PSEL Bekasi Merupakan Proyek Kedua Setelah Bali
Dorong Ekonomi Warga, Pemkab Nias Selatan Salurkan 121 Ekor Bibit Babi Kepala Kelompok Tani
Keturunan Faciako Wau Gelar Pemugaran dan Pemindahan Makam di Bawomataluo
Percasi Nias Selatan Sukses Gelar Cup I, Cetak Atlet Catur Bermental Sportif
Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Ancam Tutup SD Unity School, BAPERA Jabar Bakal Laporan Misbahudin ke MKD dan DPP Gerindra

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:26 WIB

Bongkar Mushola di Tanah Negara, Camat Medansatria Dinilai Sengaja Ciptakan Konflik dengan Warganya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Dorong Ekonomi Warga, Pemkab Nias Selatan Salurkan 121 Ekor Bibit Babi Kepala Kelompok Tani

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Keturunan Faciako Wau Gelar Pemugaran dan Pemindahan Makam di Bawomataluo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Percasi Nias Selatan Sukses Gelar Cup I, Cetak Atlet Catur Bermental Sportif

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Banyak Pemimpin Sering Berlaku Arogan?

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:44 WIB