Jakarta, Media Karya – Anggota DPRD DKI Jakarta, Desie Christiana Sari menyoroti pentingnya digitalisasi arsip film dan video analog yang berisi sejarah Jakarta.
Menurutnya, Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) harus melakukan penyelamatan arsip lantaran krusial bagi edukasi generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak melupakan sejarah penting kota ini.
“Arsip film dan video kita masih berantakan, dokumen penting dari tahun ke tahun belum ditata dengan baik. Kalau Jakarta mau menjadi kota global, arsip-arsip ini harus segera didigitalisasi,” ujar Desie di Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Politisi Demokrat ini menegaskan, di era digital seperti sekarang, Jakarta tertinggal dibandingkan daerah lain yang sudah mulai mendigitalisasi arsip-arsip penting mereka.
“Di daerah lain, dokumen-dokumen bersejarah sudah dibuat dalam bentuk digital. Kita di Jakarta masih ketinggalan,” ujarnya lagi.
Anggota komisi E ini juga menggarisbawahi pentingnya menyelamatkan film analog lama, seperti rekaman bersejarah peristiwa G30S/PKI, agar dapat diakses kembali oleh masyarakat.
“Anak-anak sekarang tidak tahu sejarah karena arsip-arsip lama tidak tersimpan dengan baik. Dulu kita wajib menonton film sejarah, sekarang generasi muda lebih mengenal sejarah lewat potongan-potongan di internet,” bebernya.
Lebih lanjut, loyalis AHY menyoroti kurangnya peralatan canggih untuk mengkonversi arsip analog ke digital.
“Padahal, di perpustakaan, seharusnya tersedia layanan gratis untuk mendigitalisasi film keluarga seperti Betamax atau video lama lainnya. Tapi sayangnya, alat-alatnya kurang memadai,” ungkap Desie.
Politisi dapil Jakarta Pusat ini menegaskan perlunya percepatan sosialisasi terkait pentingnya digitalisasi arsip.
“Kalau mau Jakarta benar-benar menjadi kota global, dokumentasi sejarahnya juga harus global. Semua harus terdigitalisasi agar bisa diakses dengan mudah,” tegasnya.
Menurut Desie, digitalisasi ini bukan hanya untuk arsip sejarah kota, tetapi juga penting untuk pendidikan.
“Bayangkan kalau anak-anak bisa belajar sejarah melalui film-film yang dulunya hitam putih dan kini bisa diwarnai. Itu akan membuat belajar sejarah lebih menarik,” pungkasnya.(dri)


