Kultur PKB yang Harus Ditinggalkan, Tradisi Kepemimpinan yang Meminggirkan Kader 

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Mohamad Fuad, Pengamat Politik dan Dosen Universitas Gunadarma

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum beruntung selama ini menghadapi kritik terkait budaya internalnya yang dianggap kurang mengakomodasi kader-kader yang pernah kalah dalam kontestasi politik. Dalam setiap hajatan politik, seperti muktamar, musyawarah wilayah (Muswil), musyawarah cabang (Muscab), hingga pemilu, kader yang gagal dalam kompetisi sering kali kehilangan tempat dan bahkan dianggap rival. Kondisi ini menciptakan jarak antara mantan kader aktif dengan struktur partai.

Minimnya Peran untuk Mantan Pejuang PKB

PKB juga dinilai tidak memiliki mekanisme yang kuat untuk membangun solidaritas antarkader lintas generasi. Hal ini terlihat dari absennya keterlibatan mantan senior partai yang pernah berjuang di era tertentu. Nama-nama besar seperti Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, hingga Gus Ipul kerap disebut sebagai contoh mantan kader yang kemudian seolah dijauhkan dari struktur PKB. Dalam banyak kasus, kader yang kalah kompetisi kerap diisolasi tanpa akses untuk tetap berkontribusi di partai.

Pelajaran dari Golkar: Solidaritas Lintas Faksi

Sebagai pembanding, Partai Golkar mampu menunjukkan tradisi berbeda dengan merangkul seluruh faksi dan mantan tokoh mereka dalam setiap acara besar. Hal ini menampilkan citra solid dan mempertahankan relevansi politik Golkar di peta nasional. Golkar tetap menjadi salah satu partai besar berkat kemampuannya mengelola loyalitas kader di berbagai tingkatan.

Baca Juga:  PKB Tunggu Tawaran Koalisi Pemerintahan Presiden Terpilih

Menyoal Definisi Kader dan Kepemimpinan

PKB dinilai perlu mengevaluasi definisi kader dan kepemimpinan yang diterapkan. Kritik muncul terhadap pola kaderisasi yang dianggap kurang beradab karena cenderung mengesampingkan kader yang telah berkontribusi nyata di akar rumput. Sementara itu, beberapa pihak yang berada dalam struktur organisasi mendapatkan akses istimewa meski kontribusinya dianggap minim.

Seruan untuk Perubahan Tradisi Internal

Untuk menjadi partai yang lebih kuat dan solid, PKB diharapkan mengubah tradisi kepemimpinannya. Sebuah pola kaderisasi yang lebih inklusif, menghormati kontribusi para senior, serta memberikan ruang bagi seluruh kader yang setia pada visi misi partai, dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Ketum DPP. PKB, Muhaimin Iskandar, sebelumnya telah menegaskan pentingnya memperhatikan setiap kontribusi kader, sekecil apa pun itu, sebagai bagian dari strategi memenangkan Pemilu 2024. Hal ini sejalan dengan kaidah politik dalam usul fikih yang menyatakan pentingnya mempertahankan kader lama yang baik sembari membuka ruang bagi kader baru yang lebih baik.

Dengan perubahan ini, PKB diharapkan bisa menjadi partai yang lebih kokoh, layaknya pohon besar dengan akar menghujam ke bumi, cabang yang rimbun, dan buah yang menyejahterakan. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo
Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak
Potong Babi Hutan Simbolkan Pembersihan Koruptor, LSM PMPR Demo Pemkot Bandung
Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14 WIB

Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:59 WIB

Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:25 WIB

Potong Babi Hutan Simbolkan Pembersihan Koruptor, LSM PMPR Demo Pemkot Bandung

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB