Dalam pengembangan program double degree pascasarjana, ITPLN menjajaki kemitraan dengan Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) dan Multimedia University (MMU), yang telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan skema pendidikan bersama.
Melalui skema tersebut, mahasiswa magister ITPLN berpeluang mengikuti kegiatan riset selama satu bulan hingga satu semester di UNITEN atau MMU. Sebaliknya, mahasiswa dari Malaysia juga dapat melakukan riset dan studi terapan di ITPLN. Pola resiprokal ini dinilai efektif dalam mempercepat alih pengetahuan, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bersama.
“Proyek riset dapat dirancang bersama, baik yang berfokus pada isu Indonesia maupun Malaysia. Para pakar dari masing-masing institusi bisa saling melengkapi sesuai bidang keahlian. Ini penting untuk membangun ekosistem riset internasional yang produktif dan berkelanjutan,” tegas Prof. Iwa.
Di sektor transisi energi, kolaborasi ITPLN dan UNITEN juga menemukan keselarasan strategis. UNITEN memiliki Institute of Nuclear Technology yang sepadan dengan GINEST (Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Technology) milik ITPLN. Kedua institusi sepakat membuka ruang diskusi dan riset bersama, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional Indonesia, termasuk rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).




