Jelang Libur Nataru 2022, Pemkab Bekasi Gencarkan Tracking Covid-19

- Penulis

Kamis, 25 November 2021 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BEKASI, Mediakarya – Pemerintah Kabupaten Bekasi semakin gencar melakukan tracking kasus Covid-19. Itu dilakukan sebagai upaya dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Tracking atau pelacakan kontak kasus Covid-19 itu juga dilakukan sambil menunggu aturan baru yang dikeluarkan pemerintah soal PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Kalau sudah ada aturan resmi di level 3, baru kita buat turunan aturannya. Jadi untuk sekarang ini yang kita gencarkan tracking dan vaksinasi,” kata Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh, Rabu (24/11/2021).

Pelacakan kontak ini dilakukan di berbagai tempat, khususnya yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. Pelacakan juga dilakukan di kalangan pelajar.

“Tracking juga kita lakukan di kalangan pelajar. Ini juga bagian dari persiapan kita menghadapi libur Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Soal kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Masrikoh mengatakan hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali.

Baca Juga:  Jelang Libur Nataru, Sartono Dukung Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat 

“Ya kadang ada (kasus harian Covid-19), kadang kosong. Secara umum tidak ada kasus, masih relatif aman terkendali,” katanya.

Berdasarkan website www. website www.pikokabsi.bekasikab.go.id pada Rabu (24/11/2021), tidak ada penambahan kasus Covid-19 sejak 19 Oktober 2021. Sedangkan untuk total kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 51.363.

Untuk kasus aktif harian Covid-19 saat di Bekasi sebanyak 30. Jumlah pasien terpapar corona yang dinyatakan sembuh sebanyak 50.790 orang dan angka kematian sebanyak 543.

Masrikoh mengimbau masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan meski saat ini status PPKM Kabupaten Bekasi sudah level 1.

“Walaupun kita Kabupaten Bekasi berada di level 1 tapi Covid-19 belum berakhir. Dengan prokes kita akan selalu terjaga dan jangan lupa lakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum,” ucap Masrikoh. (Sygy)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
SMPN 4 Tambun Selatan Raih Segudang Prestasi, dari Seni hingga Olahraga
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:03 WIB

Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:24 WIB

Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB