JPU Hanya Tuntut Terdakwa 2 Tahu 6 Bulan Dalam Kasus Dugaan Penipuan Dan Penggelapan

- Penulis

Selasa, 20 Juni 2023 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sidang di PN Kota Tangerang

Suasana sidang di PN Kota Tangerang

TANGERANG, Mediakarya – Kurniani alias Nia, terdakwa kasus dugaan penggelapan dan penipuan dituntut pidana penjara 2 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap korban, yakni PT Eramas Chemindo dan PT Intimas Chemindo, di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (20/06/23).

Tuntutan yang disampaikan jaksa dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nanik Handayani SH itu, sedikit berbeda dari surat dakwaan sebelumnya.

Dimana, dalam dakwaan JPU, Nia didakwa melakukan dugaan penggelapan dan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP.

Namun dalam tuntutannya, JPU hanya menuntut dugaan penipuan sesuai Pasal 378 KUHP. Sedangkan unsur penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP tidak diterapkan oleh JPU dalam pembacaan tuntutannya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu berupa penjara 2 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” kata Jaksa membacakan tuntutan.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (22/6/2023) dengan agenda pembacaan pledoi dan tanggapan dari pihak terdakwa.

Menanggapi tuntutan jaksa, Kuasa Hukum PT Eramas Chemindo dan PT Intimas Chemindo, Zeesha Fatma Defega SH mengatakan pihaknya menghargai tuntutan yang disampaikan oleh JPU terhadap terdakwa, meskipun itu belum memuaskan pihaknya.

“Meski belum memuaskan pihak klien kami, tapi kami tetap menghargai tuntutan yang disampaikan jaksa dalam persidangan hari ini,” ujar Zeesha Fatma Defega.

Diberitakan sebelumnya, Kurniani alias Nia, seorang penjual Sparepart Air Conditioner (AC) asal Jakarta Barat harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Baca Juga:  Prioritaskan Keselamatan Penanganan Darurat

Wanita 37 tahun ini harus menjalani proses persidangan dengan dakwaan melakukan dugaan penggelapan dan penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP.

Kasus ini berawal dari adanya hubungan bisnis antara Nia dengan PT Eramas Chemindo dan PT Intimas Chemindo, perusahaan yang bergerak di bidang penyedia sparepart AC yang beralamat di Jalan Sutera Timur, Alam Sutera, Kav.20A, Blok 7A No.18-19, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Dimana, Nia yang merupakan pemilik toko sparepart AC di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi, pada awalnya biasa melakukan pemesanan sparepart AC dari kedua perusahaan tersebut sejak tahun 2020 silam.

Pemesanan dilakukan melalui Hansen yang merupakan sales dari kedua perusahaan penyedia sparepart AC itu dengan cara pembayaran tempo selama 1 bulan.

Setelah jatuh tempo, Nia biasa melakukan pembayaran melalui transfer bank ke rekening PT Eramas Chemindo dan PT Intimas Chemindo.

Kuasa Hukum PT Eramas Chemindo dan PT Intimas Chemindo, Zeesha Fatma Defega SH mengatakan, pada awalnya transaksi bisnis antara terdakwa Nia dan kedua perusahaan tersebut berjalan lancar.

Namun pada Juni 2022, terdakwa tak kunjung menyetorkan uang pembayaran hasil penjualan sparepart tersebut, meskipun diketahui barang yang dipesannya itu telah terjual habis.

“Total nilai sparepart yang belum dibayarkan oleh terdakwa tersebut mencapai Rp. 560.185.000. Hingga kasus ini berakhir di meja hijau, terdakwa memang belum menyetorkan uang hasil penjualan sparepart tersebut,” ujar Zeesha Fatma Defega, Kamis (15/6/2023) lalu.(Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”
Pangdam Jaya Tekankan Seleksi Transparan pada Sidang Parade Catar Akademi TNI 2026
Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang Jakarta Barat
Harganas ke-33, Pemkab Nias Selatan Tekankan Peran Keluarga Cetak Generasi Bebas Stunting
Kecelakaan Maut Di Depan Unisma Bekasi, Truk Diduga Alami Rem Blong
Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Analis Hukum Soroti KPK Belum Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Sejumlah Lembaga
BKI Tingkatkan Budaya Integritas Lewat Sosialisasi SMAP di Batam
Perkara Suap DJBC: Kesan Tebang Pilih Kian Menguat, KPK Tak Segarang Era Sebelumnya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:39 WIB

Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”

Senin, 29 Juni 2026 - 21:19 WIB

Pangdam Jaya Tekankan Seleksi Transparan pada Sidang Parade Catar Akademi TNI 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 19:54 WIB

Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang Jakarta Barat

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harganas ke-33, Pemkab Nias Selatan Tekankan Peran Keluarga Cetak Generasi Bebas Stunting

Senin, 29 Juni 2026 - 16:48 WIB

Kecelakaan Maut Di Depan Unisma Bekasi, Truk Diduga Alami Rem Blong

Berita Terbaru