Presiden Joko Widodo (Foto: Setkab)

JAKARTA, Mediakarya – Wacana pergantian sejumlah posisi dalam lingkungan istana, mulai ramai diperbincangkan.

Salah satunya adalah jabatan juru bicara (Jubir) Kepresidenen yang yang bakal ditinggalkan Fadjroel Rachman karena menempati posisi barunya sebagai duta besar.

Nama yang saat ini digadang-gadang sebagai pengganti Fadjroel Rachman adalah Ali Muctar Ngabalin yang saat ini menjabat tenega ahli di KSP.

Menanggapi wacana pergatian Jubir Kepresidenan, Komunikolog Universitas Negeri Tirtayasa (Untirta) Prof Siahbudin menilai bahwa pergantian posisi di lingkungan Istana Kepresidenan adalah hal yang wajar.

“Hal tersebut wajar terjadi, karena Presiden memiliki penilaian sendiri ketika akan menempatkan seseorang pada posisi tertentu,” ungkap Siahbudin kepada Mediakarya, Jumat (24/9/2021).

Sambung Siahbudin, terkait siapa yang cocok dan tepat menduduki jabatan Jubir, sudah barang tentu Presiden Joko Widodo telah mengantongi kriterianya.

“Kendati demikian, untuk mengisi jabatan Jubir Kepresidenan tersebut harus orang-orang pilihan. Jangan sampai presiden salah pilih,” sarannya.

Ia pun menyampaikan hipotesisnya terkait Ali Muchtar Ngabalin yang digadang-gadang bakal menggantikan posisi Fadjroel.

“Dari hipotesis saya, nantinya jika hal tersebut terjadi, mungkin nantinya gaya bicara Ali Ngabalin agar diperbaiki, tidak menggebu-gebu. Jangan sampai pernyataannya membuat gaduh di ranah publik,” paparnya.

Terkait pantas atau tidak Ali Mochtar Ngabalin jadi Jubir Kepresidenan, menurutnya, tentu presiden sendiri telah memiliki kriterianya.

Ketika disinggung terkait dengan jabatan Jubir Kepresidenan maupun tenaga ahli KSP yang selama ini kerap menyampaikan diksi kontroversi, dia menyarankan agar presiden lebih selektif dalam mengangkat pembantunya ke depan.

Oleh karenanya, dia menyarankan agar presiden mengangkat Jubir dari kalangan akademisi ataupun pakar komunikasi yang memiliki kemampuan pergaulan lintas budaya dan agama.

Sebagai akademisi, dirinya menilai sosok yang cocok untuk mengisi posisi Jubir Kepresidenan adalah orang yang tidak terkontaminasi partai politik.

“Kalau pun mencari sosok Jubir Kepresidenan adalah sosok yang belum terkontaminasi atau kental kepartaiannya. Sehingga tidak membuat kegaduhan,” ucapnya. (Gir)

By ATH1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *