Kelas Migran Akan Menjadi Salah Satu Ekskul Sekolah Rakyat

- Editor

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding bersama dengan Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico meninjau SMA 13 Kora Bekasi Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, pada Kamis 14 Agustus 2025.

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) ini menampung 180 siswa lengkap dengan fasilitas asrama, dapur, ruang makan, ruang kelas, ruang komputer, hingga lapangan sepak bola. Sembilan kelas berisi 20 anak telah disiapkan untuk 135 siswi dan 45 siswa. Para siswa ini berasal dari Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Jadi hari ini saya sengaja mengunjungi SMA 13 Bekasi yang merupakan rintisan sekolah rakyat di sini ada 180 siswa dan tadi saya memberi satu motivasi kepada adik kita agar mereka punya kepercayaan diri dan semangat,” ujar Menteri P2MI Abdul Kadir Karding kepada media.

Lebih lanjut Abdul Kadir juga mendorong untuk Sekolah Rakyat agar mengakomodasi konsep yang ada di Kementerian P2MI yaitu Class Migran. Kelas ini dibentuk sejak awal dengan bentuk ekstrakurikuler sejak kelas 1.

Baca Juga:  Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Nantinya, di sana mereka akan dilatih paling tidak bahasa dan yang kedua soal pengetahuan tentang negara-negara yang potensial untuk bekerja misalnya Jepang, Korea, Eropa dan Jerman.

“Class migran ini kita harapkan Selain itu dilatih secara mentalnya untuk bermigrasi keluar dan kita harapkan ini 3 tahun berjalan, Lalu nanti setelah mereka lulus peluang mereka untuk terserap itu sangat tinggi salah satunya yang tidak mau bekerja dalam negeri boleh bekerja di luar negeri atau yang ingin melanjutkan kuliah silahkan itu pilihan saja,” ungkap Menteri Abdul Kadir.

Sehingga, kata Abdul Kadir, paling tidak 2 bulan atau 1 bulan dengan gaji yang cukup tinggi, pengalaman yang cukup baik, transfer teknologi, transfer knowled, karakter skill jadi akan sangat baik.

Hal ini nantinya, Kementerian P2MI akan bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI. Konsep ekstrakurikuler Class Migran juga direncanakan akan diterapkan di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia.

Sekedar diketahui, Sekolah Rakyat yang merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini beroperasi di 100 titik di seluruh Indonesia. (Mma)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
DPD Bapera Jabar Siap Sukseskan Program Prabowo-Gibran dan KDM-Erwan Setiawan
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ketua KORMI Nias Selatan Hadiri Undangan BPP-BAMUSPERNIS Untuk Hari Jadi Nias Selatan Ke-23 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

DPD Bapera Jabar Siap Sukseskan Program Prabowo-Gibran dan KDM-Erwan Setiawan

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB