Kelompok Tani di Aceh Utara Keluhkan Tak Bisa Daftar Asuransi

- Penulis

Kamis, 9 September 2021 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSUKON, Mediakarya– Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Aceh Utara keluhkan tak bisa mendaftar menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), program yang diluncurkan Kementan kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo.

“Kami dari beberapa kelompok tani di Aceh Utara sangat ingin mendaftarkan diri ke AUTP, tapi tak bisa karena kabarnya program itu telah ditutup,” kata Bendahara Kelompok Tani Indatue di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Azhar, Rabu (8/9/2021).

Meski demikian, pihaknya tidak mengetahui persis kendala sebenarnya. Yang jelas, para petani sangat berharap agar adanya solusi dari pemerintah supaya dapat mejadi peserta asuransi.

Dijelaskan, tujuan petani menjadi peserta AUTP, salah satunya bila terjadinya bencana alam seperti banjir dan bencana lainnya, maka para petani sudah terlindungi dari kerugian yang tanaman padinya mati atau gagal panen.

“Namun dikala kami sudah mempersiapkan segala berkas administrasi untuk pendaftaran di aplikasi Protan atau Proteksi Pertanian sudah tidak bisa, karena menggunakan premi swadaya dari dana pribadi petani,” katanya.

Lanjutnya, sedangkan kelompok tani yang menggunakan dana premi swadaya yang ditangung oleh Pemerintah Aceh/ Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh APBA TA 2021 bisa mendaftar dan telah menjadi peserta.

“Karena itu kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pertanian RI atau Ditjen PSP, Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh untuk sudi kiranya membuka kembali akses pendaftaran menjadi peserta AUTP secara swadaya pribadi petani, supaya kami bisa langsung mendaftar,” harap Azhar.

Hal serupa juga dikeluhkan Ketua Kelompok Tani Maju Bersama di Kecamatan Matangkuli, Jafaruddin. Pihaknya berharap agar pemerintah mencari solusi terkait persoalan ini dengan tujuan agar petani bisa mendaftar menjadi peserta asuransi.

Baca Juga:  Zulhas: Partai Pemerintah Kompak Hadiri Harlah Ke-25 PKB

Sebelumnya, para petani mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendaftar ke AUTP, namun tetap terkendala.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait kendala yang dihadapi petani untuk mendaftar menjadi peserta AUTP.

“Tapi saya mendapatkan sedikit informasi dari provinsi, bahwa untuk saat ini Kementan tidak ada lagi kerjasama dengan Jasindo,” terangnya.

Meski demikian, Erwandi belum bisa memastikan lebih lanjut. Karena itu, pihaknya menyebut akan menyurati Kementan terkait persoalan yang dihadapi petani di Aceh Utara, sehingga nantinya akan diketahui pasti kendala tersebut.

Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara juga berharap agar program dimkasud dapat dibuka kembali, supaya para petani nantinya dapat menjadi peserta asuransi.

Sementara terkait pendaftaran kelompok tani yang ditangung oleh Pemerintah Aceh/ Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh APBA, Erwandi membenarkan hal itu, bahkan mereka sudah terdaftar di tahun ini.

Erwandi juga mengaku saat ini kesulitan berkoordinasi degan Jasindo, karena kantor perwakilan mereka di Lhokseumawe telah pindah ke Medan, Sumatera Utara.

“Saya telah menghubungi pihak Jasindo, tapi belum tersambung. Mungkin karena mereka telah pindah kantor ke Medan, sehingga kita kesulitan berkomunikasi,” jelasnya.

Erwandi rencananya mau tanya langsung ke Jasindo, termasuk bagaimana mekanisme jika para petani ingin mendaftar menjadi peserta asuransi yang biaya sepenuhnya ditanggung para petani. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Haidar Alwi: Donald Trump Saja Ingin Dolar Melemah, Saatnya Rupiah Menjadi Fondasi Industrialisasi Indonesia
Anggaran Dipangkas, Pelaksanaan MBG Hanya Lima Hari dalam Sepekan
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
DELANA Resmi Perkenalkan Visi Halal dan Sustainable Fashion Melalui “Private Unveiling”
Kendaraan Besar Kerap Langgar Jam Operasional, Dishub Kota Bekasi Diminta Serius
Peringati Harkitnas ke-118, Pemkab Nias Selatan Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda di Ruang Digital
DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah
ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:15 WIB

Haidar Alwi: Donald Trump Saja Ingin Dolar Melemah, Saatnya Rupiah Menjadi Fondasi Industrialisasi Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:11 WIB

Anggaran Dipangkas, Pelaksanaan MBG Hanya Lima Hari dalam Sepekan

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:43 WIB

Kendaraan Besar Kerap Langgar Jam Operasional, Dishub Kota Bekasi Diminta Serius

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:46 WIB

Peringati Harkitnas ke-118, Pemkab Nias Selatan Tegaskan Komitmen Perlindungan Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) & Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Opini

Rumah Buruh dan Janji Presiden

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:35 WIB

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Dipangkas, Pelaksanaan MBG Hanya Lima Hari dalam Sepekan

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:11 WIB