KOTA BEKASI, Mediakarya – Melambungnya harga minyak goreng dipasaran, membuat warga Kota Bekasi terus mengeluhkan mahalnya harga-harga kebutuhan pokok tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi Tedi Hafni menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan komunikasi yang intensif dengan Kementerian Perdagangan perihal tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait hal tersebut, karena kejadian ini bukan hanya dialami di Kota Bekasi saja, melainkan di Indonesia,” tutur Tedi, Jumat (7/1/2022).
Lanjut Tedi mengatakan, pihak Kementerian Perdagangan nantinya akan melakukan langkah penstabilan harga minyak goreng dengan melakukan operasi pasar.
Terkait di Kota Bekasi sendiri, operasi pasar tersebut akan dikoordinasikan ke Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat yang kemudian diteruskan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi.
“Nanti akan ada operasi pasar dan untuk Kota Bekasi sendiri menunggu instruksi dari Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, karena Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan mereka,” ungkapnya.
Untuk kemasannya sendiri, Tedi mengakui, minyak goreng bersubsidi tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk khusus dan sederhana dan untuk harganya sendiri akan dilepas dipasaran dikisaran harga Rp14.000 ribu.
“Minyak goreng bersubsidi tersebut akan dikemas dalam bentuk yang sederhana dan untuk harganya sendiri dikisaran Rp14.000 ribu,” tambah Tedi.
Untuk itu, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah lokasi jika nantinya operasi pasar ini akan dilakukan di Kota Bekasi.
“Untuk teknisnya, kami sudah menyiapkan sejumlah lokasi penyelenggaraan operasi pasarnya,” tandasnya. (apl)











