NATO Akui Iran Menang, Kanselir Jerman: Trump Kalah dan Dipermalukan

- Editor

Senin, 4 Mei 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik usai eskalasi konflik Iran dengan AS-Israel. (Istimewa)

Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik usai eskalasi konflik Iran dengan AS-Israel. (Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS), dengan menilai Washington kini berada dalam posisi lemah di hadapan Iran. Ia bahkan menyebut Negeri Paman Sam “dipermalukan” oleh strategi diplomasi Teheran yang dinilai lebih lihai.

Mengutip laman CNBC Indonesia, Merz menyampaikan pandangannya saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg. Ia menilai pemerintahan Presiden Donald Trump gagal mengimbangi taktik negosiasi Iran yang cenderung berlarut-larut tanpa hasil.

“Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika datang dan pergi tanpa hasil apapun,” ujar Merz, baru-baru ini.

Menurutnya, kebuntuan diplomasi ini menjadi pukulan telak bagi reputasi global AS. Ia juga menyoroti peran Pengawal Revolusi Iran yang dianggap menjadi aktor kunci di balik kerasnya sikap Teheran.

“Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin,” tegasnya.

Baca Juga:  LPKAN Desak Prabowo Segera Benahi Institusi Polri

Pernyataan Merz muncul setelah Trump membatalkan rencana perjalanan tim negosiator AS ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Iran. Padahal, dua pekan sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance telah lebih dulu memimpin delegasi ke Pakistan, namun tidak menghasilkan kemajuan berarti.

Di sisi lain, Trump sempat mengklaim posisi AS jauh lebih kuat dibanding Iran. Ia bahkan menyebut Teheran yang seharusnya mengambil inisiatif untuk membuka komunikasi.

“Kami memegang semua kartu. Jika Teheran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Namun, sinyal berbeda justru datang dari Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa tekanan ekonomi dari AS tidak melemahkan negaranya. Ia bahkan menyebut dunia kini mulai melihat kekuatan Iran yang sesungguhnya.

“Dunia kini telah menyadari kekuatan sejati Iran. Telah menjadi jelas bahwa Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, solid, dan kuat,” ujar Araghchi.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur
Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta
Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia
Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang
Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur MBG Merajalela, BPKN-RI Minta Kepala BGN Tindak Tegas Oknum
IPPS Kritisi Cara KDM Tegur Camat Coblong Kota Bandung

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Perkuat Literasi di Kepulauan Seribu, Tim Dosen UNJ Gandeng Karang Taruna Menjadi Agen Literasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Berita Terbaru

PAM JAYA memperkuat budaya K3 bersama mitra kerja untuk memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan jaringan perpipaan Jakarta.

Ekonomi & Bisnis

PAM JAYA Perkuat Komitmen K3 Bersama Mitra Kerja

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:26 WIB

Amos Hutauruk menilai Erick Thohir harus bertanggung jawab dan mendesak Ketua Umum PSSI mundur.

Headline

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:08 WIB