Omicron Meningkat, Pemerintah Percepat Booster Vaksin Jadi Awal 2022

- Editor

Selasa, 28 Desember 2021 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah berencana mempercepat pelaksanaan program vaksinasi dosis ketiga atau booster Covid-19. Percepatan ini mempertimbangkan meningkatnya penularan Covid-19 varian Omicron dan menurunnya efikasi vaksin.

“Pemerintah sudah merencanakan untuk memulai vaksinasi tambahan ketiga ini dipercepat di awal tahun 2022 mengingat tadi adanya varian Omicron ini,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam dialog virtual, Selasa (28/12).

Dia menjelaskan, akan ada dua skema booster vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. Pertama, skema mandiri. Kedua, skema dibiayai oleh pemerintah.

Booster vaksinasi dengan skema dibiayai oleh pemerintah hanya bisa diakses oleh kelompok lansia dan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Sementara masyarakat lain bisa mengakses booster vaksinasi ini secara mandiri,” sambung Nadia, dikabarkan dariĀ merdeka.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini tengah memproses izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) sejumlah vaksin yang akan digunakan sebagai booster. Seperti EUA vaksin Pfizer, Sinovac, dan Astrazeneca.

Baca Juga:  Rupiah Menguat Dipengaruhi Pernyataan Dovish Ketua The Fed

“Selain itu, vaksin Merah Putih dengan berbagai platform dan asal instansi juga akan dipersiapkan untuk digunakan sebagai vaksinasi booster,” katanya, Selasa (21/12).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mengkaji vaksin booster bagi masyarakat umum, baik itu regulasi maupun penentuan harga.

“Terkait dengan vaksin booster akan dilakukan revisi Perpres dan Permenkes. Pemerintah akan mengupayakan ini secepatnya dan proses ini sedang melakukan kajian dosis ketiga dari beberapa produsen, antara lain Pfizer, Sinovac, dan astrazeneca yang sedang berproses di Badan POM,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (20/12).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terdapat beberapa opsi untuk vaksin booster lainya. Salah satunya, pemerintah sedang mempersiapkan vaksin Merah Putih yang dikembangkan dalam negeri antara Universitas Airlangga dengan Biotis Pharmaceutical dan Bio Farma dengan LBM Eijkman. Kemudian vaksin yang dikembangkan Kalbe Farma dengan Genexine, hingga vaksin Nusantara.

“Vaksin nusantara ini akan segera dimatangkan dan disiapkan regulasinya termasuk regulasi daripada harga masing-masing vaksin tersebut,” ujarnya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Haidar Alwi Sebut Arahan Khusus Prabowo ke KSP Listyo Sigit Pertegas Kepercayaan Kawal Program Prioritas
Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah
Pakar Komunikasi Sebut Aksi Mahasiswa di Dua Tahun Prabowo-Gibran Bukan Penolakan, Tapi Peta Jalan Pemerintahan
PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Haidar Alwi Sebut Arahan Khusus Prabowo ke KSP Listyo Sigit Pertegas Kepercayaan Kawal Program Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:55 WIB

DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:13 WIB

NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Pakar Komunikasi Sebut Aksi Mahasiswa di Dua Tahun Prabowo-Gibran Bukan Penolakan, Tapi Peta Jalan Pemerintahan

Berita Terbaru