Pengamat Ungkap Ganjar Sulit Dapat tiket Capres dari PDI-P

- Editor

Selasa, 7 Juni 2022 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.(Ist)

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.(Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Sejumlah pengamat menilai kurangnya respon positif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terhadap elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam survei calon presiden 2024 mendatang lantaran Ganjar dianggap tidak tegas lurus terhadap sang Ketum Megawati Soekarno Putri.

Pengamat politik Tony Rosyid mengatakan meski Ganjar Pranowo telah diberi tiket oleh PDIP dalam dua periode jadi Gubernur Jateng, tidak berarti Ganjar akan menyerahkan sepenuhnya nasib politiknya kepada PDIP.

Tonuy menilai ada dua faktor mendasar Ganjar sulit untuk mendapatkan tiket untuk maju lewat PDI-P. Pertama, Ganjar dianggap tidak tegak lurus ke Megawati. Bahkan , anak anggota komisi III DPR RI Trimedya menyebutnya bahwa Ganjar  itu kemlinthi. Oleh karenanya Ganjar dinilai skan sulit bertarung pada Pilpres mendatang lewat PDI-P.

“Kedua, Ganjar bisa menjadi ancaman bagi Puan Maharani dalam mengambil estafet kepemimpinan PDIP. Dua faktor ini terlihat betul-betul sudah disadari oleh para kader yang loyal ke Megawati,” kata Tony.

Tony menilai sudah diketahui publik bahwa Jokowi dukung Ganjar alasannya, dengan mendukung Ganjar, setelah pensiun Jokowi masih bisa berperan.

“Sebagai orang yang menyiapkan partai, logistik dan jaringan buat Ganjar, Jokowi bisa berkolaborasi dengan Ganjar jika Ganjar terpiliih jadi presiden,” tandasnya.

Hitung-hitungan politiknya, meski kader PDIP, Jokowi hanya kader biasa. Petugas partai yang sering bersitegang dengan Megawati.

“Posisioning Jokowi di PDIP sangat lemah. Satu-satunya jalan, dukung calon di luar tiket PDIP. Ganjar bisa menjadi satu diantara sekian kandidat pilihan,” jelasnya.

“Ini tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut sebagai pembangkangan kader atau tidak tahu balas budi. Ini hanya soal pilihan yang tidak bisa dihindari jika Ganjar dan Jokowi ingin tetap eksis kedepan. Satu-satunya pilihan adalah hadapi Megawati. Mau tidak mau.

Baca Juga:  Waduh, Caleg Golkar Asal Jateng Ini Jadi Relawan Pasangan AMIN

Menurutnya, berseteru dengan Mega memang bukan mau Ganjar dan Jokowi. Bukan juga maunya Megawati dan Puan.

“Tapi perseteruan ini lebih dibentuk oleh tuntutan situasi politik saat ini. Mereka sulit disatukan karena kepentingan politik yang berseberangan.

Ini pertaruhan besar, pertaruhan mati hidup Ganjar dan Jokowi. Jika Ganjar urungkan niatnya untuk maju Pilpres, maka akan kehilangan kesempatan, dan eksistensi politiknya bisa berakhir. Lebih baik hadapi PDIP dengan semua risiko. Soal dapat tiket atau tidak, kalah atau menang, itu soal lain,” tandasnya.

Begitu juga dengan Jokowi, pasca pensiun akan kehilangan pengaruh. Maka, Ganjar adalah “salah satu” pilihan yang bisa menjadi lokomotif masa depan politik buat Jokowi.

Menalsir laman wartaekonomi, saat ini, tidak ada pilihan bagi Jokowi kecuali berseberangan dengan Megawati. Jokowi belum tentu menghendakinya demikian, tapi pilihan dan situasi politik tidak memberi pilihan lain. Sebab tidak ada tempat yang signifikan dan strategis bagi Jokowi di PDIP.

Ini yang memaksa Jokowi harus berseberangan dengan PDIP di pilpres 2024. Ganjar dianggap salah satu diantara beberapa pilihan yang bisa jadi calon Jokowi, termasuk untuk melawan PDIP.

“Jika PDIP bermanuver dengan calonkan Ganjar dan singkirkan Jokowi, ada persolan yang tidak kalah serius. Ganjar, jika menang dan jadi penguasa, ini bisa jadi ancaman buat PDIP. Sepeninggal Megawati, Ganjar bisa ambil alih kepemimpinan PDIP. Bagi penguasa, ini tidak terlalu sulit. Komposisinya, Ganjar ketum PDIP, Jokowi bisa menjadi pembinanya. Puan boleh jadi akan dipensiun dini-kan,” jelasnya.

Saat ini satu-satunya pilihan bagi Jokowi dan Ganjar adalah berseberangan dengan Megawati dan PDIP. Gak ada pilihan kompromi, karena pilihan kompromi akan sangat merugikan bagi Jokowi dan Ganjar. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
Pangdam Jaya/Jayakarta Bersama Insan Media, Jaga Jakarta, Jaga Indonesia
Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Jumat, 25 September 2026 - 20:21 WIB

Pangdam Jaya/Jayakarta Bersama Insan Media, Jaga Jakarta, Jaga Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Berita Terbaru