Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, PII Dorong Audit Total dan Implementasi ATP Nasional

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie

Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie

JAKARTA, Mediakarya – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur sebagai alarm serius bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional. Insiden yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 itu melibatkan KA Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dan KRL relasi Jakarta–Cikarang, dengan korban sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan lebih dari 80 lainnya luka-luka.

Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam mengevaluasi sistem transportasi kereta api secara menyeluruh.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit total, baik dari aspek teknis, operasional, hingga penerapan teknologi keselamatan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

PII juga mendorong agar investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dilakukan secara komprehensif dan transparan guna mengungkap akar penyebab kecelakaan, baik yang bersumber dari faktor manusia maupun kegagalan sistem.

Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian PII, Hermanto Dwiatmoko, menekankan bahwa peningkatan keselamatan tidak bisa ditunda, terutama melalui adopsi teknologi modern yang telah terbukti efektif di berbagai negara.

Baca Juga:  Kasus Food Tray Sukabumi, Kuasa Hukum dr. Silvi Sebut Dakwaan Jaksa Kabur dan Masuk Ranah Perdata
Kecelakaan Kereta
Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian PII, Hermanto Dwiatmoko, menekankan bahwa peningkatan keselamatan tidak bisa ditunda,

Salah satu rekomendasi utama adalah penerapan Automatic Train Protection (ATP) secara nasional. Sistem ini mampu mendeteksi pelanggaran sinyal dan batas kecepatan, serta secara otomatis mengaktifkan pengereman untuk mencegah tabrakan.

Selain itu, PII juga mengusulkan audit menyeluruh terhadap sistem persinyalan dan telekomunikasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia khususnya masinis, serta penegakan aturan keselamatan tanpa kompromi.

Tak kalah penting, PII menekankan perlunya verifikasi teknis pasca-insiden sebelum jalur kembali dioperasikan. Pemeriksaan harus mencakup kondisi rel, geometri lintasan, peron, hingga kelayakan sarana.

“Keselamatan transportasi adalah prioritas utama. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun dalam implementasinya,” tegas Hermanto.

PII menilai, tanpa pembenahan menyeluruh dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, potensi kecelakaan serupa akan tetap ada. Oleh karena itu, transformasi sistem keselamatan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keamanan dan keandalan transportasi kereta api di Indonesia. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Dorong Daerah Perkuat Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi
Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T
Program MBG Cacat dari Lahir, Etos Desak Kejagung Periksa Seluruh Yayasan dan Pemilik Dapur Kolektif
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:59 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel Jelang Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:01 WIB

Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Dorong Daerah Perkuat Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:22 WIB

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:39 WIB

Program MBG Cacat dari Lahir, Etos Desak Kejagung Periksa Seluruh Yayasan dan Pemilik Dapur Kolektif

Berita Terbaru