Petugas Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Panik, Narapidana Berusaha Kabur

- Penulis

Selasa, 14 Desember 2021 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narapidana yang berusaha kabur, ditangkap kembali oleh petugas, dalam kegiatan simulasi di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal

Narapidana yang berusaha kabur, ditangkap kembali oleh petugas, dalam kegiatan simulasi di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal

KOTA BEKASI, Mediakarya – Bencana alam merupakan faktor alam yang sulit ditebak. Namun, berkembangnya teknologi, membuat bencana dapat dideteksi lebih dini dengan alat Panic Button.

Panic Button merupakan sebuah aplikasi peringatan berupa alarm yang akan berbunyi jika mendeteksi musibah seperti kebakaran dan lainnya. Aplikasi ini juga digunakan oleh Lapas kelas IIA Bulak Kapal, Kota Bekasi dalam simulasi yang digelar pada Selasa (14/12/21).

Kepala Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Hensah menuturkan bahwa keberadaan aplikasi itu diharapkan mampu mengantisipasi hal yang tidak diinginkan kepada para penghuni saat bencana atau musibah terjadi.

“Aplikasi ini merupakan terobosan dari kita yang bisa menghubungkan ke instansi terdekat seperti kepolisian, TNI maupun pemadam kebakaran, jadi tergantung situasinya. Jadi sekarang kalau terjadi bencana alam, kita bisa langsung menghubungi mereka dengan aplikasi ini secara cepat,” katanya.

Hal ini tentunya akan mempercepat penanganan dan mencegah kerusakan, serta menghindari korban jiwa baik dari petugas maupun penghuni lapas.

“Untuk penempatan titik, ada di setiap blok dipasang, kemudian selain daripada kegiatan itu, bertujuan untuk menyiapkan baik itu petugas maupun narapidana dalam menghadapi bencana,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sepakat Dengan Mas Pram, Ima Imbau Warga Pendatang Punya Skill Jika Mau Tinggal di Jakarta

Selain alarm bencana, Lapas juga memperketat pengamanan dengan sistem infra red. Sistem pengamanan itu memungkinkan sensor untuk melakukan deteksi terutama pada titik rawan atau tembok luar. Hal itu guna mencegah adanya narapidana yang berencana kabur dari lapas.

“Jadi jangan sampai ada kejadian pelarian di lokasi tersebut. Jadi sensor itu berfungsi untuk mendeteksi pergerakan manusia terutama narapidana,” katanya.

Kontrol manual tetap dilaksanakan petugas secara rutin untuk memonitor langsung penghuni lapas.

“Di samping sudah dibantu dengan alat-alat ini, juga kontrol manual tetap dilakukan. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan peralatan pengamanan ini bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, baik itu percobaan pelarian dan juga bencana, baik bencana alam atau akibat human error,” kata Kalapas.

Jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal saat ini mencapai 2.000 lebih, sedangkan petugas yang ada hanya 159 personil. Namun, hal itu dirasakan cukup untuk melaksanakan pengamanan.

“Kalau dibilang memadai sekali belumlah, tapi mudah-mudahan itu sudah cukup untuk ukuran kita,” pungkasnya. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta
Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan
H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:34 WIB

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27 WIB

Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB