“Kita melihat peningkatan ekspor dengan mengedepankan green product,” ujar Sandiaga Uno dalam pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2022 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
Menurut dia, produk hijau merupakan bagian dari ekonomi baru yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan, aspek kesehatan, kebersihan, maupun kesadaran terhadap konservasi, keberlanjutan, serta kelestarian lingkungan.
Jika melihat di Batam, lanjutnya, banyak destinasi wisata yang membuka peluang untuk mengembangkan produk hijau, seperti penanaman hutan mangrove dan wisata bahari.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku bahagia atas penyelenggaraan Gernas BBI 2022 yang dibarengi dengan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BWI) karena telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi dikatakan sudah bertumbuh 3,43 persen karena didongkrak oleh industri. Namun, dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif masih perlu didorong.
“Oleh karena itu, kami melihat peluang dari ekspor industri ekonomi kreatif baik di Batam maupun di Kabupaten lainnya untuk pintu gerbang border Indonesia,” ucap dia, dilansir dari antara.
Menparekraf juga mengabarkan bahwa pembatasan antara Batam dengan Singapura akan dibuka pada 31 Maret 2022. Kepri disebut sudah siap dari segi infrastruktur, pariwisata, maupun sektor ekonomi kreatif.
“Jangan kita menjadi tamu di negeri sendiri, kita harus mampu untuk mengambil peluang, mencetak pemenang dan, tingkatkan produk-produk kita dari segi kualitas. Kita melihat awal yang baik untuk gerakan BBI 2022,” kata Sandiaga.
Secara total, terdapat 250 UMKM yang terlibat dalam pameran UMKM selama lima hari sejak 30 Maret – 3 April 2022 yang berlokasi di area Parkir Harbour Bay, Kota Batam.
Selain 46 UMKM hasil kurasi Kemenkop dan 132 UKM yang difasilitasi BI, terdapat pula 72 UMKM dari Pasar Rakyat (Bazar Kuliner).(qq)






