Satgas: Perjalanan ke Luar Negeri Dapat Perburuk Kondisi Kasus Covid-19 Nasional

- Penulis

Selasa, 21 Desember 2021 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri. Hal ini dilakukan mencegah terjadinya importasi kasus, khususnya varian omicron, yang tengah menyebar secara global.

“Pemerintah meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri karena dapat memperburuk kondisi kasus nasional bila terjadi importasi kasus,” ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (21/12).

Dikabarkan dari republika, Wiku mengatakan, jika terpaksa harus ke luar negeri karena alasan mendesak pun, warga harus menaati prosedur karantina sesuai aturan. Ia juga meminta agar pejabat eselon 1 ke atas maupun pihak yang mendapat diskresi dalam kewajiban karantina untuk menggunakan haknya secara bijak.

Wiku menyerukan agar penerima diskresi yang diatur dalam surat edaran Satgas menyikapinya dengan bijak demi menjaga kepercayaan. Mereka harus komitmen untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, walaupun tidak melakukan karantina terpusat atau tidak melakukan karantina.

“Perlu ditekankan diskresi yang diberikan bersifat selektif, individu, dengan kuota terbatas,” katanya.

Wiku mengatakan, Pemerintah saat ini juga memantau kondisi kasus Covid-19 nasional untuk menjadi pertimbangan penyesuaian aturan kedatangan pelaku perjalanan internasional. Pemerintah bisa saja menambah daftar negara asal kedatangan yang patut diwaspadai untuk bisa masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Berperan Aktif dalam Perdagangan Karbon

“Dapat pula memperpanjang durasi karantina jika kondisi kasus semakin memburuk,” kata Wiku.

Sementara itu, epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menduga varian omicron sudah menyebar di sejumlah wilayah, bukan hanya di Jakarta sebagaimana yang saat ini telah dikonfirmasi Kementerian Kesehatan. Hanya saja, kasus tersebut belum tercatat.

Miko menduga, salah satu provinsi yang menjadi penyebaran varian omicron adalah Bali. Sebab, wisatawan asing dari Australia banyak melancong ke Bali.

“Bayangkan, di Australia kasus meningkat jadi 4.000. Itu pasti karena omicron dan di Bali banyak masuk orang Australia, menurut saya omicron sudah ada di sana (Bali), tapi memang belum dilaporkan, tapi yakin (sudah ada),” kata Miko, Selasa (21/12).

Miko menilai, pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diperlukan untuk mencari kasus varian omicron di seluruh Indonesia sangatlah lambat. Padahal, varian omicron akan sangat berbahaya bagi kota dan kabupaten yang cakupan vaksinasi Covid-19-nya masih rendah, terutama bagi lanjut usia.

“Kalau mau serius (menghadapi varian omicron), tidak boleh berlama-lama. Kalau (WGS) lama-lama, ya, artinya membiarkan penyebaran omicron,” kata dia.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Timwas Haji DPR RI Ungkap Praktik Pungli Tawaf Jamaah Lansia di Mekkah
Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:48 WIB

Timwas Haji DPR RI Ungkap Praktik Pungli Tawaf Jamaah Lansia di Mekkah

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat

Senin, 25 Mei 2026 - 12:21 WIB

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Berita Terbaru

Ilustrasi Gaji ke-13 (Foto: Ist)

Headline

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB