Simak Penuturan Pengamat Perbankan Terkait Hal Tersebut

- Penulis

Senin, 13 Desember 2021 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sejumlah warga tampak begitu antusias menunggu dan menantikan program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diberikan oleh sejumlah pelaku usaha yang menyediakan jasa tersebut pada 12 Desember 2021 lalu.

Hal ini tentunya harus disikapi dengan bijak oleh warga, agar mereka tidak menguras anggaran atau keuangan yang dimilikinya. Melihat hal tersebut, Pengamat Perbankan Dr. Husnul Khatimah memberikan pendapatnya.

Menurutnya, belanja online yang makin meningkat apalagi di waktu Harbolnas karena memanfaatkan diskon besar yang ditawarkan para penjual e-commerce. Situasi ini sering menimbulkan impulsive buying (pembelian tanpa direncanakan) dengan alasan memanfaatkan momen murah akibat diskon besar.

“Bagi mereka yang tidak memiliki anggaran yang cukup, bisa jadi memanfaatkan kartu kredit atau pinjam teman atau pun ambil tabungan untuk memenuhi hasrat belanja tersebut,” jelasnya, Senin (13/12/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, impulsive buying jika tidak disertai dengan kemampuan anggaran, maka akan membahayakan bagi keuangan seseorang dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Soft Lounching Mediakarya.id dan Podcast Bisik Mamu Warnai Media Tanah Air

“Mereka bisa terjebak dalam utang, bahkan ke pinjaman online yang beban bunganya relatif tinggi hanya karena keinginan, bukan kebutuhan,” terangnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat harus menjadi konsumen rasional, membeli karena butuh saja dan tidak gampang tergoda dengan diskon.

“Harus memposisikan diri menjadi konsumen yang rasional, dan membeli karena kebutuhan saja,” imbaunya.

Kalau memang membeli saat itu harus mampu mengendalikan diri dan membuat pertimbangan dengan matang tentang dampak dari perilaku impulsive buying ini, seperti banyaknya barang mubazir di rumah yang belum tentu dipakai saat itu, banyak sampah dan banyak orang yang sebetulnya lebih membutuhkan barang tersebut dibanding diri kita yang relatif sudah cukup, maka perlu perencanaan keuangan yang tepat.

“Kalau mau memanfaatkan momen Harbolnas, buat batasan budget yang sesuai dengan kemampuan dan relevan dengan kebutuhan saat itu,” pesannya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta
Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan
H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:34 WIB

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27 WIB

Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB