SKM Lebih Baik Jangan Diseduh, Ini Penjelasannya

- Penulis

Jumat, 8 Oktober 2021 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Penggunaan susu kental manis (SKM) yang diberikan langsung kepada anak-anak, mendapatkan perhatian khusus dari Komisioner Bidang Kesehatan dan Napza KPAD Kota Bekasi, Hadyan Rahmat.

Ia secara khusus mengatakan, yang harus diluruskan adalah susu kental manis (SKM) itu bukan susu.

“Tentang ini, masyarakat harus terus diberi edukasi bahwa SKM ini bukan susu sehingga tidak bisa SKM ini menggantikan susu,” tegasnya, Jumat (8/10/2021).

Ia mengatakan, susu kental manis (SKM) ini punya kandungan gula antara 40-50 persen. Terkait protein dan sebagainya, kandungan gizinya itu jauh lebih rendah dari susu (karena memang SKM ini bukan susu).

Sambung Hadyan, terkait kandungan gula yang tinggi tersebut, ketika kita seduh SKM, maka kita seperti konsumsi 5-9 sendok makan gula (sekali seduh).

“Bayangkan kalau sehari kita seduh itu 3 Kali atau lebih 5-9 sendok gula, itu adalah batas normal konsumsi gula untuk anak usia 13 tahun ke atas,” jelasnya.

Baca Juga:  Siapa Lawan Kuat di Musda Partai Demokrat DKI Jakarta?

Menurutnya, usia 3 tahun itu sehari boleh di 2-5 sendok takar sehari. Usia 4-6 tahun itu 3-6 sendok. Dan ini semua sehari. Oleh karena itu, SKM tadi 5-9 sendok itu per gelas saji.

“Jadi, ketika ini dirutinkan, ada potensi anak bisa obesitas, diabetes dan penyakit lainnya,” ulasnya lebih lanjut.

Ia pun menuturkan, jika SKM dipergunakan untuk toping makanan, misalkan di roti dan lain-lain, itu masih lebih aman asalkan kembali, tidak berlebihan.

“Sudah ada cokelat manis, ada keju, ada yang lain, tambah pula SKM,” paparnya.

Terkait rusaknya nilai gizi, itu jelas bahkan seperti penyajian susu formula tisak disarankan menggunakan air mendidih karena bisa merusak kandungan gizinya.

Untuk itu, Hadyan mengingatkan memang poin utamanya adalah tentang gulanya. Jadi jangan sampai over konsumsi.

“Jadi bukan tentang rusak gizinya kalau diseduh, tapi karena kalau diseduh itu kandungan gulanya sangat tinggi,” tandasnya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan
H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27 WIB

Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:48 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:33 WIB

Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Berita Terbaru