Ia menegaskan, pemanfaatan biomassa merupakan bagian penting dari strategi transisi energi nasional, khususnya di sektor rumah tangga dan komunitas berbasis sosial-keagamaan.
“Transisi energi tidak harus selalu dimulai dari teknologi mahal. Teknologi tepat guna seperti kompor biomassa justru efektif diterapkan di level akar rumput,” katanya.
Dalam implementasinya, tim PKM Pascasarjana ITPLN memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah organik menjadi bahan bakar biomassa, serta penggunaan dan perawatan kompor biomassa untuk kebutuhan dapur pesantren.
Hasilnya, biaya bahan bakar berhasil ditekan hingga 56 persen, dari sebelumnya setara Rp3.840 per kilogram bahan bakar fosil menjadi sekitar Rp1.680 per kilogram biomassa.




