Tri Adhianto Akan Wujudkan Pemerintahan Yang Bersih, Percaya Gak Sih?

- Editor

Kamis, 7 November 2024 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cawalkot Bekasi Tri Adhianto bersama Mochtar Muhammad yang juga mantan Wali Kota Bekasi.

Cawalkot Bekasi Tri Adhianto bersama Mochtar Muhammad yang juga mantan Wali Kota Bekasi.

JAKARTA, Mediakarya – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) mengapresiasi wacana Calon Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bahwa jika dirinya terpilih akan mewujudkan pemerintahannya yang bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Namun sayangnya wacana itu muncul di tengah mencuatnya pemberitaan terkait pelaporan sejumlah kasus dugaan korupsi diduga melibatkan mantan Wali Kota Bekasi nomor urut 3 itu.

“Pernyataan cawalkot Tri Adhianto itu perlu diapresiasi. Namun yang lebih keren lagi jika dirinya bisa menjelaskan sejumlah tudingan dugaan korupsi yang telah dilaporkan oleh sejumlah aktivis di Kota Bekasi itu dijawab dengan data,” ujar Ketua PMPRI, Rohimat alias Joker kepada awak media di Jakarta, Rabu (6/11/2024)

Sebab kata dia, jika sejumlah isu terkait kasus dugaan korupsi yang dituduhkannya itu dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi liar dan berdampak pada elektabilitas dirinya pada pilkada mendatang.

“Jadi menurut kami jika cakada itu merasa dirugikan dengan adanya black campaign terkait dengan isu korupsi, maka yang bersangkutan bisa menjelaskannya ke ruang publik,” katanya.

Kemudian, jika kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh sejumlah LSM di Kota Bekasi ke KPK maupun Kejagung itu dianggap tidak benar, Joker menyarankan Tri untuk lapor balik. Dan tidak hanya sekedar membantah bahwa tudingan korupsi itu hanya fitnah.

“Jika jika data yang disampaikan oleh pelapor ke KPK dan Kejagung itu tidak benar, seharusnya dibantah dengan data juga. Jangan hanya bicara bahwa kasus korupsi yang dituduhkan pada dirinya itu adalah fitnah,” ujar Joker.

Sebelumnya, calon Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya untuk membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

Pernyataan ini datang sebagai bentuk respons atas isu-isu yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba menyudutkannya dengan tuduhan tak berdasar.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Gem Sunardi Menduga Ada Motif Lain Terkait Dengan Dugaan Fitnah yang dilakukan Oleh Mantan Istri Kliennya

Dirinya mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanyalah upaya untuk menciptakan citra negatif terhadap dirinya di tengah masyarakat. Dirinya menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan ini hanya strategi politik lawan yang tidak substansial. Ia percaya masyarakat dapat melihat dengan jelas komitmen dan rekam jejaknya yang bersih dari korupsi.

“Kota Bekasi memang pernah punya pengalaman buruk dimasa lalu. Ini menjadi evaluasi besar bagi kita semua dan mendorong kami untuk mengakhiri siklus ini. Tuduhan yang disebarkan dan menyudutkan dimasa kampanye ini tidak memiliki dasar sama sekali bahkan cenderung fitnah. Saya berkomitmen penuh pada pemerintahan yang bersih, jauh dari segala praktik korupsi,” tegas Tri di Bekasi Selatan, pada Selasa (05/1124)

Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap berita-berita dan narasi pembohongan publik.

“Kita fokus pada masa depan Bekasi yang lebih baik, dan saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terbukti. Kota Bekasi layak mendapatkan pemimpin yang bekerja dengan integritas,” lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah LSM dan aktivitas mahasiswa antikorupsi Kota Bekasi melaporkan Tri Adhianto ke KPK dan penegak hukum lainnya atas dugaan sejumlah kasus.

Di antaranya, terkait dengan dugaan korupsi pembangunan folder air, kasus dugaan suap pembebasan lahan, kasus Migas Kota Bekasi, kasus pengadaan alat olahraga di dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, kasus dana hibah KONI Kota Bekasi.

Kemudian kasus dugaan suap pengelolaan sampah, kasus dualisme nama terkait kepengurusan Kormi Kota Bekasi yang menyeret nama istri Tri Adhianto, dan kasus dugaan penggunaan plat nomor kendaraan palsu.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik
Gusur Bangunan Liar, Camat Medansatria Dicemooh Pernah Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
RUU Penyiaran Diharapkan Tidak Batasi Kreativitas Para Kreator Digital

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Gusur Bangunan Liar, Camat Medansatria Dicemooh Pernah Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:08 WIB

IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:55 WIB

GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Momen HUT RI Jadi Gelar Doa Bersama Buat Musibah Di NTT

Berita Terbaru