JAKARTA, Media Karya – Saling berbalas rekaman suara (Voice Note) antara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan ketua DPW PKS DKI Jakarta Ustadz Khoirudin beredar di publik soal tenggat (deadline) kepastian pencalonan Anies di Pilgub Jakarta bikin gaduh media sosial.
Media sosial X saat ini diramaikan dengan unggahan tentang Voice Note (VN) dari Ustadz Khoirudin.
Cuitan tersebut diunggah oleh akun @andywindarto pada Senin (12/8/2024) dan sudah ditayangkan ribuan kali hingga Selasa (13/8/2024). Cuitan ini mendapat respon beragam dari warganet. Antara lain:
“Dengan keinginan untuk tetap netral ini jelas sudah mendiskualifikasi Anies dari material pemimpin.
Pemimpin bangsa tidak akan segan menjadi partisan dan tetap mampu berdiri untuk semua golongan dan bekerja untuk bangsa keseluruhan,”tulis akun @indrakusuma
“Pks baik, Anies baik. Tapi jika berpisah mungkin jadi lebih baik,” ujar akun @yaninuang.
“Diajak jadi kader partai gak mau, hanya butuh dukungan doang.
Lha, yang kerja keras dibawah memenangkan nantinya ya kader kader partai, bahkan dengan uang uang mereka sendiri .
Mereka rela lelah letih berjuang. Apresiasi buat mereka ya memperjuangkan aspirasinya, kader yg maju,”sindir akun @SetyoWind.
“Pks akhirnya kau lelah jg berdiri di sisi perjuangan,” seloroh akun@iroel_san.
Seperti diketahui Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin membalas rekaman suara (voice note) Anies Baswedan yang sempat beredar di publik soal tenggat waktu (deadline) kepastian pencalonan di Pilgub Jakarta.
Khoirudin menjelaskan alasan munculnya pernyataan jubir PKS soal deadline kepastian tiket terhadap Anies pada awal Agustus lalu.
Dalam voice note tersebut, Khoirudin menyampaikan pernyataan jubir itu menyimpulkan dari fakta bahwa Anies telah diusung PKS sejak 25 Juni lalu. PKS, kata dia, telah meminta Anies untuk memastikan NasDem dan atau PKB ikut mengusung pasangan Anies-Sohibul Iman.
Khoirudin membenarkan rekaman tersebut berisikan suaranya. Tim Humas PKS mengizinkan rekaman tersebut untuk dikutip media.
“Ketika akhir Juli Presiden PKS didampingi PIC-nya menyampaikan keputusan PKS langsung ke Pak Anies soal tenggat waktu 4 Agustus, tentu bukan soal persetujuan Pak Anies terhadap Pak Sohibul Iman sebagai cawagub untuk Pak Anies, melainkan keberhasilan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian tambahan dukungan dari partai lain,” kata Khoirudin dalam voice note tersebut, Senin (12/8/2024).
Khoirudin menuturkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu telah menanyakan tambahan dukungan kepada Anies setelah 4 Agustus. Namun, kata dia, Anies belum mendapatkan kepastian.
“Tetapi sampai melewati tanggal 4 Agustus ketika Presiden dari PKS menanyakan hasil perjuangan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian dari NasDem dan/atau PKS untuk mencalonkan Pak Anies ternyata Pak Anies belum bisa mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Khoirudin pun mengungkit geliat NasDem dan PKB yang menunjukkan keengganan melanjutkan rencana pencalonan Anies.
“Sementara dari pimpinan NasDem, Pak Sahroni dan PKB, Pak Jazilul Fawaid, justru pada akhir Juli dan awal Agustus malah menyampaikan pernyataan terbuka yang mudah dipahami bahwa mereka tidak jadi, tidak melanjutkan dukungan pada Pak Anies sebagai calon gubernur di Jakarta,” katanya. (dri)






