Banyak Jasa Penukaran Uang Piinggir Jalan, Masyarakat Diminta Waspada Upal

- Editor

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Maraknya jasa penukaran uang pinggir jalan jelang hari raya Idul Fitri, membuat Pengamat Perbankan, Dr. Husnul Khatimah, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap beredarnya uang palsu (Upal).

Kepada Mediakarya.id, dirinya mengatakan, sebagai langkah antisipasi beredarnya uang palsu, masyarakat perlu lebih waspada karena momen lebaran sering dimanfaatkan oknum untuk menyebarkan uang palsu.

“Tingkatkan antisipasi dengan menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),” tegas Dr. Husnul, Kamis (19/3/2026).

Dijelaskan Dr. Husnul, ada standar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia terkait peredaran uang resmi, diantaranya:

1. Dilihat, warna uang tajam tidak pudar.
2. Diraba, ada tekstur kasar pada bagian tertentu (Tinta Khusus), dan
3. Diterawang, terlihat watermark (Gambar Pahlawan).

“Selain hal diatas, tukarkan uang di tempat resmi, seperti bank (BRI, BNI, Mandiri, dan lain-lain) atau kas keliling resmi Bank Indonesia, hindari tergiur kurs tidak wajar. Jika ‘biaya jasa’ terlalu murah atau terlalu mahal, patut dicurigai dan periksa satu per satu. Jangan menerima dalam jumlah banyak tanpa cek langsung,” paparnya.

Untuk mencegah beredarnya upal oleh jasa penukaran uang dipinggir jalan, dirinya secara khusus meminta agar pihak kepolisian melakukan pemantauan. Karena peran Kepolisian Negara Republik Indonesia penting untuk mengawasi praktik penukaran uang ilegal serta menindak peredaran uang palsu (Tindak Pidana Serius).

Baca Juga:  Pasca Gempa, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Minta Masyarakat Tetap Siaga

“Atau bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam operasi pengamanan uang rupiah. Selain itu, polisi dapat melakukan patroli dititik-titik rawan, seperti pinggir jalan, pasar, pusat keramaian dan lain sebagainya,” imbaunya.

Selain itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan cara sosialisasi sebaiknya dilakukan secara masif dan sederhana melalui media sosial instagram, whatsApp group RT atau RW, spanduk atau banner di tempat umum hingga melakukan pengumuman di masjid menjelang lebaran.

“Isi sosialisasi terkait edukasi ‘3D’, daftar lokasi penukaran resmi dan resiko tukar uang dipinggir jalan, kolaborasi dengan pihak RT atau RW, Kelurahan, kampus atau sekolah serta tokoh agama dan masyarakat,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat menjelang lebaran agar melakukan penukaran uang di tempat resmi seperti bank atau layanan kas keliling Bank Indonesia (BI), hindari penukaran uang dipinggir jalan yang tidak jelas legalitasnya, selalu periksa keaslian uang dengan metode Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), jangan tergiur biaya jasa murah atau tidak wajar dan laporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi uang palsu. (Gr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Berita Terbaru