Waduh, Data Sertifikat Vaksin Presiden Jokowi Bocor

- Editor

Jumat, 3 September 2021 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Keamanan data pribadi masyarakat Indonesia saat ini sepertinya tengah terancam. Hal tersebut menyusul dengan bocornya data Sertifikat vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar luas di media sosial (Medsos).

Sebagaimana yang diberitakan sejumlah media, bahwa bocornya sertifikat diduga dari aplikasi PeduliLindungi yang sering diunggah oleh masyarakat untuk mengetahui sertifikat vaksinnya.

Di mana pada aplikasi PeduliLindungi itu beredar sertifikat vaksinasi yang memuat nama Jokowi beserta NIK. Selain itu, ada juga tanggal lahir Jokowi dan barcode.

Pada aplikasi PeduliLindungi itu terdapat keterangan vaksinasi COVID-19 itu menyatakan bahwa Jokowi telah divaksinasi untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021.

Celakanya, di bagian bawah sertifikat tersebut, ada logo KPC-PEN, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN. Tak hanya itu, tersebar juga nomor HP ajudan Presiden.

“Ini kecerobohan dari sebuah lembaga negara. Bagaimana rakyat mau percaya kepada penyelenggara negara. Soal data pribadi seorang kepala negara saja bisa bocor,” ungkap praktisi hukum Dr Adi Suparto kepada Mediakarya, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga:  CBA Ungkap Skandal di Kabupaten Subang: Ada Dugaan Gratifikasi dalam Belanja Meubelair

Untuk itu, Adi juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dalang dibalik bocornya data pribadi Presiden Joko Widodo itu.

“Bukan hanya itu, Presiden Jokowi juga harus merehusufle menteri yang dinilai tidak becus dalam menangani data peserta vaksin. Karena kalau data pribadi seorang pejabat negara bila bocor khawatir akan disalahgunakan,” katanya.

Seperti diketahui, melansir detik.com, Menkominfo Johnny G Plate enggan memberi komentar terkait dengan bocornya data pribadi kepala negara itu.

Bahkan, Johnny meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.

“Data PeduliLindungi yang saat ini berada di cloud Kominfo baru dimigrasi ke DC Kominfo dan statusnya aman. Data yang ditanyakan di atas adalah pada saat awal sebelum migrasi ke Kominfo dan kebijakannya berada di Kemenkes. Agar akurat dan tidak membingungkan masyarakat, lebih baik langsung ditanyakan ke Kemenkes,” ujar Johnny.

Sementara, juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga menolak memberikan pernyataan karena di luar kapasitasnya. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
Negara Darurat Cognitif Reselience

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB