1.046 PMI Manfaatkan Program “Lapis Sarawak” Perpanjang Paspor

- Editor

Rabu, 6 Desember 2023 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, Mediakarya – Sebanyak 1.046 pekerja migran Indonesia (PMI) memanfaatkan pelayanan perpanjangan dan pembuatan paspor dan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) melalui program Layanan Paspor Istimewa Sarawak (Lapis Sarawak) dari Konsulat Jenderal RI Kuching.

“Program ini hasil kerja sama dengan Dirjen Imigrasi RI, di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sarawak, Malaysia. Kami terus mengupayakan layanan ini sebagai bentuk perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Malaysia wilayah Sarawak,” kata Konjen RI Kuching Raden Sigit Witjaksono di Miri, Sarawak, Malaysia, Rabu.

Dia menjelaskan permintaan pelayanan dokumen paspor dan kelengkapan dokumen lainnya tahun ini semakin meningkat, dan khususnya permintaan paspor saat ini per hari bisa mencapai berkisar 100, bahkan di saat tertentu bisa mencapai 150 permintaan dokumen paspor.

Raden mengatakan hingga saat ini lebih dari 22.000 dokumen, baik paspor maupun SPLP yang telah dikeluarkan oleh KJRI Kuching. Namun KJRI Kuching tidak berhenti hanya sampai di situ saja, agar para WNI ataupun PMI yang ada di Sarawak saat ini dapat memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

KJRI Kuching terus melakukan pelayanan dokumen melalui program jemput bola dan ditambah dengan layanan melalui program Lapis Sarawak hingga akhir Desember 2024.

“Kami berharap dari kegiatan pelayanan sapu bersih ini dapat mencapai target 10.000 pemberian dokumen paspor dan SPLP dari para WNI/PMI di Sarawak, Malaysia,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Teknis Fungsi Imigrasi KJRI Kuching, Tri Hernanda Reza mengatakan hasil jumlah pelayanan 1.046 dokumen keimigrasian itu diperoleh dari dua hari kegiatan Lapis Sarawak yaitu pada tanggal 4 – 5 Desember 2023, yang dilakukan di perusahaan perkebunan Bintulu Limber Development SDN.BHD dan perusahaan sawit Tradewinds Plantation Berhad di Miri.

“Saat ini kami berada di Miri di Ladang TP Berhad dan sejak kemarin hingga tujuh hari ke depan kami akan melakukan pelayanan perpanjangan dan pembuatan dokumen paspor langsung ke tempat para PMI bekerja di perusahaan sawit yang ada di Miri. Kemarin kami di ladang BLD telah memberikan 346 dokumen paspor dan SPLP, dan hari ini sekitar 700 dokumen keimigrasian akan kami berikan kepada para WNI/PMI di TP Berhad” kata Reza.

Baca Juga:  FIFGROUP Beri Pelajaran Debitur Nakal Dengan Proses Hukum

Reza menjelaskan hingga Sabtu (9/12) ke depan, kegiatan Lapis Sarawak itu diharapkan mencapai target yaitu dapat melayani sebanyak 3.200 pemohon dokumen paspor ataupun SPLP. Kemudian, nantinya hasil total pelayanan pada tahun ini dapat diakumulasikan hingga bisa mencapai 8.000 hingga 10.000 pemohon dari para WNI/PMI.

“Memang tidak mudah untuk mencapai target tersebut karena adanya berbagai kendala, salah satunya yaitu paspor hilang milik WNI/PMI. Hal ini kami ketahui saat WNI bersangkutan diwawancara, sehingga kami sarankan untuk membuat laporan polisi terlebih dahulu, kemudian mereka dapat mengajukan penggantian paspor hilang, namun yang bersangkutan tetap kami layani dengan memberikan SPLP,” kata Reza, dilansir dari antara.

Sementara itu, Sub Koordinator KE Verifikasi Dokumen Perjalanan Dirjen Lalu Lintas Imigrasi RI Heru Pradana yang ikut terjun langsung melakukan pelayanan program Lapis Sarawak itu mengatakan kehadiran rombongan ini diminta oleh KJRI Kuching untuk membantu pelaksanaan pemberian dokumen keimigrasian kepada para WNI/PMI yang memang masa berlaku paspornya telah habis.

“Kegiatan ini sangat didukung Dirjen Imigrasi RI karena kami menilai apa yang dilakukan KJRI Kuching itu sangat membantu para WNI/PMI agar bisa memperpanjang izin tinggal dan izin kerja mereka di Sarawak. Dengan demikian kita harapkan hal itu dapat memberi perlindungan kepada WNI di Malaysia,” kata Heru. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar
Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan
Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan
Pilkades Tamansari Berujung Protes, Tim Pemenangan Soroti Kejanggalan DPT
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan

Minggu, 27 September 2026 - 15:44 WIB

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Minggu, 27 September 2026 - 10:36 WIB

Penonaktifan 5 Pejabat Lapas Cibinong Menguatkan Dugaan Kamar Khusus Berbayar

Minggu, 27 September 2026 - 07:11 WIB

Jelang HUT Kota Bandung, Kang Joker Sentil Keras Polemik Pemerintahan

Minggu, 27 September 2026 - 07:04 WIB

Bertemu Pakar di Istana, Adi Suparto Sebut Prabowo Tunjukkan Kelas Negarawan

Berita Terbaru