Kepala BIN: Pemindahan Ibu Kota adalah Panggilan Sejarah

- Editor

Rabu, 2 Maret 2022 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan meyakini bahwa pemindahan ibu kota negara (IKN) bakal membuat Indonesia lebih maju dan kuat.

Menurutnya, keputusan pemindahan IKN bukan keputusan tergesa-gesa namun ujung dari evolusi gagasan yang menjadi sebuah keputusan.

Budi mengatakan, gagasan pemindahan IKN telah melewati sejumlah kajian dan penelitian. Dia melanjutkan, hal itu dilakukan baik dari aspek geografis, sosiokultural, ekonomi maupun ketahanan dan keamanan.

“Dari segala aspek tersebut, paradigma Indonesia sentris yang diwujudkan dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan ini diyakini akan membawa Indonesia menjadi Bangsa yang lebih kuat dan maju,” kata Budi Gunawan dalam keterangan, Rabu (2/3/2022).

Dia mengatakan, pemindahan IKN sudah ada sejak era Bung Karno dan terus diwacanakan di era-era setelahnya. Artinya, sambung dia, pemindahan itu merupakan panggilan sejarah dari para pemimpin bangsa ini.

Dia melanjutkan, pemindahan IKN juga akan menihilkan anggapan orientasi pusat pertumbuhan bertumpu di Jawa alias Jawa sentris. Dia mengatakan, pemindahan IKN akan mengadopsi keadilan dan kesejahteraan untuk semua bangsa Indonesia.

Baca Juga:  KPK Limpahkan Berkas Terdakwa Korupsi Kegiatan Fiktif Kementerian ESDM

Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI) Der Soz Gumilar Rusliwa Somantri menilai, langkah memindahkan IKN ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur merupakan keputusan yang tepat.

Menurutnya, selama ini kebijakan pembangunan Indonesia terkesan Jawa sentris. “Hal ini sudah menjadi beban bagi bangsa ini dalam kurun yang sangat panjang,” katanya, dikutip dari republika.

Dia menjelaskan, beban sejarah Jawa sentris tersebut tidak bisa diartikan semata dari aspek fisik bahwa Jakarta sudah terlalu padat atau terlalu macet. Tapi, sambung dia, juga dari aspek sosio-kultural, ekonomi bahkan hingga ideologi.

“Rajut kebangsaan kita tidak bisa sempurna bila tidak digeser ke orientasi yang ideal, yaitu Indonesia sentris,” katanya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan
Dugaan Keracunan MBG, Siswi Berprestasi di Karo Jalani Perawatan Jangka Panjang
Malam Puncak HUT RI ke-81 di Pademangan Barat Berlangsung Meriah
Blusukan di Ancol, Pansus RA-PTSL Matangkan Redistribusi Tanah Warga
BPKN RI Dorong Pemulihan Menyeluruh Hak Konsumen dalam Kasus KPR BTN di Karawang
Next Gen(re)parenting Morinaga, Bekali Orang Tua Dukung Anak Jadi Future Leader
Camat Onolalu Pimpin Upacara dan Dialog Interaktif di SMPN 2 Onolalu
Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:39 WIB

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan

Selasa, 8 September 2026 - 21:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Siswi Berprestasi di Karo Jalani Perawatan Jangka Panjang

Selasa, 8 September 2026 - 21:04 WIB

Malam Puncak HUT RI ke-81 di Pademangan Barat Berlangsung Meriah

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Blusukan di Ancol, Pansus RA-PTSL Matangkan Redistribusi Tanah Warga

Selasa, 8 September 2026 - 18:51 WIB

BPKN RI Dorong Pemulihan Menyeluruh Hak Konsumen dalam Kasus KPR BTN di Karawang

Berita Terbaru

Ryo Disastro, Peneliti Senior Ekopol di Nusantara Centre. (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi di Kita Bukan Sekedar Pasar 

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:41 WIB