Melihat Peluang Ganjar dan Puan pada Pilpres 2024

- Penulis

Minggu, 22 Mei 2022 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo (Foto; net)

Ganjar Pranowo (Foto; net)

JAKARTA, Mediakarya – Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia, menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tengah melakukan akrobat politiknya guna mendorong kader terbaiknya maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Sebenarnya mudah dibaca arahnya kemana cara PDI-P mendapatkan simpati publik. Di mana masyarakat melihatnya bahwa partai tersebut tengah terjadi perpecahan, tapi pada hakekatnya menyatukan. Seperti saat itu Megawati branding Jokowi. Mungkin saja pada Pilpres mendatang PDI-P mengorbankan Puan Maharani, tapi pada gilirannya mendorong Ganjar Pranowo,” ujar direktur eksekutif CPPS Indonesia Bambang Istianto kepada Mediakarya, Minggu (22/5/2022).

Persoalanya kondisi saat ini berbeda saat era Jokowi. Padahal di era Jokowi PDI-P sebagai partai yang sangat diuntungkan. Namun sayangnya kapasitas politik tidak sepenuhnya mampu dikendalikan, karena di lingkungan Istana ada Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang selama ini dikenal sebagai sosok dibelakang Jokowi. 

Pada bagian lain, sosok Ganjar diprediksi akan dibentuk Jokowi, kecil sepertinya sebagai pengendali Jokowi dan gangnya (Oligarki+LBP). 

“Kondisi saat ini memang berbeda ada variabel Prabowo dan Puan. Pada Era Jokowi memang Megawati butuh Hendro Priyono untuk menandingi manuver LBP,” katanya.

Bambang menilai pada Pemilu 2024 ini PDIP tengah menghadapi dilema, pilih Puan atau Ganjar.  Seperti akan mendorong Mega atau Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.

Baca Juga:  CPPS Indonesia: Gus Miftah Miliki Pengaruh Tinggi Dalam Menangkan Prabowo

“Namun kondisi politik saat ini berbeda baik secara nasional dan global. Tentunya PDI-P perlu melakukan akrobat politiknya harus berbeda dengan tahun 2014 lalu,” jelasnya. 

Pendapat berbeda diungkapkan peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho. Meski PDI-P hingga saat ini kurang merespon dengan baik terkait dengan popularitas Ganjar Pranowo sebagai Capres, namun berdasarkan hasil survei, pria yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah tengah di posisi elektabilitas tinggi dibandingkan dengan Ketua DPR Puan Maharani.

“Perolehan elektabilitas dan tingkat ketersukaan, Ganjar unggul jauh dari Puan Maharani,” kata Catur.

Catur menjelaskan kondisi itu sangat mungkin memengaruhi PDIP untuk mengusung calon pada Pilpres 2024.

Sebab, kedua figur potensial itu hingga kini belum mendapat keputusan tepat dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Saling tunggu terjadi sekarang, PDIP melihat situasi Puan dan Ganjar. Jadi, ini yang menyulitkan Bu Mega,” jelasnya dilansir dari GenPI.co, Minggu (22/5/2022).

Selain itu, Catur menilai suara rakyat cenderung bakal memilih Ganjar Pranowo.

Menurut dia, kondisi menguntungkan Ganjar belum tentu mendapat dukungan dari parpol.

“Soal diusung atau tidak meski dicintai rakyat, Ganjar masih memulihkan diri guna memperkuat jaringan ke 2024,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung
Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:22 WIB

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:33 WIB

Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB