KAB. BEKASI, Mediakarya – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Prabu Recycle menjadi salah satu unit usaha sirkular ekonomi yang membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TPS3R ini merupakan unit usaha dari Prabu Peduli Lingkungan, organisasi sipil nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan sosial.
Pengelola TPS3R Prabu Recycle, Maulana, mengatakan, unit usahanya menampung hasil pilahan dari truk-truk sampah yang masuk ke TPA Burangkeng.
Dia menjelaskan, setiap unit truk sampah biasanya terdiri dari satu sopir dan tiga orang kru, sehingga total ada empat orang dalam satu truk. Para kru ini bertugas mengangkut sampah dari permukiman warga ke TPA Burangkeng. Sambil mengangkut, mereka juga memilah sampah yang masih bernilai ekonomis untuk kemudian dijual ke TPS3R Prabu Recycle.
“Sampah yang masih bernilai ekonomis itu mereka pilah sambil jalan, lalu dijual ke kami untuk tambahan pendapatan harian mereka,” kata Maulana, Jum’at (24/7/2026).
Menurut Maulana, dalam sehari, satu truk rata-rata menjual sekitar 50 kilogram sampah pilahan. Dengan sekitar 20 truk yang menyetor setiap harinya, total sampah yang terkumpul mencapai sekitar satu ton per hari.
“TPA Burangkeng kan buka Senin sampai Sabtu, jadi kalau ditotal dalam sebulan, sampah pilahan yang bisa kami tampung sekitar 24 sampai 26 ton. Artinya, ada puluhan ton sampah tiap bulan yang enggak sampai menumpuk di TPA berkat pilahan ini,” kata Maulana.
Lebih lanjut, Maulana mengatakan, untuk mengelola sampah yang masuk, TPS3R Prabu Recycle mempekerjakan 11 orang pemilah. Setelah terkumpul, hasil pilah “gabrugan” tersebut kemudian sebagian dikirim ke tempat pemilahan lanjutan yang lokasinya masih berada di sekitar kawasan TPA Burangkeng untuk disortir lebih lanjut. “Di sana ada enam orang perempuan yang kerja nyortir lagi sampahnya,” terang Maulana
Tak hanya menampung dari truk sampah, TPS3R Prabu Recycle juga menerima setoran barang hasil pilahan dari para pemulung yang beraktivitas di TPA Burangkeng. “Ada sekitar enam orang pemulung yang rutin setor ke kami, jumlah barangnya naik turun setiap harinya,” tutup Maulana.
Sementara itu, Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, mengatakan, keberadaan TPS3R Prabu Recycle membuat warga sekitar TPA Burangkeng, mulai dari kru truk sampah, pekerja pemilah, kelompok perempuan, hingga para pemulung, memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, keberadaan TPS3R ini juga turut membantu mengurangi beban sampah yang harus ditampung TPA Burangkeng.
Dia juga menjelaskan, lahan yang digunakan sebagai lapak TPS3R Prabu Recycle seluas 1.500 meter persegi merupakan lahan milik pemerintah yang saat ini belum terpakai. Lahan tersebut rencananya akan digunakan sebagai lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Burangkeng.
“Kita manfaatkan saja dulu buat pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, dimana mereka sudah ahli dan kompeten di bidang pemilahan sampah,” tutup Rido. (Pri)











