Pemeran Prabu Siliwangi Masuk Survei Cawalkot Bekasi

- Editor

Selasa, 4 Oktober 2022 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

An An Kusmardian alias Kang Prabu (Foto: Ist)

An An Kusmardian alias Kang Prabu (Foto: Ist)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Meski pelaksanaan pemilihan Wali Kota Bekasi masih dua tahun mendatang, namun sejumlah nama mulai santer dan kabarnya bakal digadang-gadang maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Hal tersebut menyusul dengan hasil survei yang dikeluarkan Etos Indonesia Institute. Dalam rilisnya, nama Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhiyanto masih di posisi puncak hasil survei calon Wali Kota Bekasi.

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah mengatakan nama Tri Adhiyanto tetap meninggalkan banyak pesaingnya dari 5 tokoh yang diunggulkan. Namun  menurut dia, posisi Ketua DPC PDI-P itu sangat menguntungkan.

“Selain itu, giat beliau (Tri) dalam melakukan konsolidasi dan sosialisasi yang terus menunjang elektabilitas tetap di rangking teratas. Tinggal mencari figur wakil yang tepat,” ungkap Iskandar, Senin (3/10/2022).

Survei yang dilakukan ETOS Indonesia Institute kali ini menggunakan 1000 responden dengan margin error 2,15% pada tingkat kepercayaan 97%. Survei dilakukan secara random.

Iskandar mengatakan, survei terhadap 5 kandidat yang dilakukan Etos Indonesia Institute, Tri Hardiyanto 28,50%, kemudian disusul oleh Heri Koeswara 20,80%, An An Kusmardian 16,40%, Novel Saleh Hilabi 15,60%, Zainul Miftah 11,40% dan sisanya lain-lain.

Menariknya, kata Iskandar dari hasil survei yang dilakukan oleh Etos ada nama An An Kusmardian atau yang sering disapa Kang Prabu, mendapat respon publik yang cukup besar.

Di mana aktor yang membintangi figur Prabu Siliwangi dalam Serial Prabu Kian Santang itu selama ini tak terduga masuk dalam konstalasi politik di Kota Bekasi.

“Saya belum tahu orangnya, tapi nama An An atau Kang Prabu ini banyak masyarakat yang menulis dalam questioner, meski beliau bukan dari background politik,” beber Iskandar.

Baca Juga:  BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Padahal, kata Iskandar, jika dilihat dalam survei sebelumnya, setiap posisi calon kepala daerah pasti terisi oleh orang-orang parpol.

“Dengan kehadiran aktor ini bisa menjadi warna dalam politik Kota Bekasi. Dimana ada nama An An Kusmardian atau Kang Prabu itu menjadi kandidat Calwalkot Kota Bekasi,” ucapnya.

“Mungkin kawan-kawan media akan lebih tahu beliau (An An Kusmardian), lebih detail background-nya, info terakhir beliau memang orang seni,”  kata Iskandar,

Iskandar menambahkan Kota Bekasi sangat dinamis dalam pergerakkan politiknya. History politik Kota Bekasi adalah milik PDIP dan Golkar.  Tak bisa dipungkiri, dua partai tua itu sangat paham di salah satu penyangga Kota Jakarta ini.

Iskandar mengatakan, dengan teritorial yang sangat luas, dan dengan dinamika kota-nya juga sangat dinamis, sektor-sektor apapun yang ada di Kota Patriot itu bakal running pesat.

Oleh karena itu pihaknya berharap dalam survei yang ke 6 pergerakkan hasil survei akan lebih dinamis lagi, untuk segera mengerucut ke kandidat terkuat.

“Saya ucapkan sekali lagi selamat kepada nama-nama yang masuk kembali dalam lima besar di survei kita ke 5, selain nama incumbent Mas Tri (Politisi PDIP), ada mas Heri Koeswara (Politisi PKS), ada Kang An An Kusmardian (Aktor), Novel Saleh Hilabi (Politisi Partai Golkar) dan bung Zainul Miftah (Politisi Partai Golkar),” katanya.

Iskandar pun berharap hasil survei ini akan menjadi barometer politik Kota Bekasi. Sebab publik saat ini sangat berharap agar Kota Bekasi dipimpin oleh kaum muda,” harapnya. ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku
Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan Pangkormar Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Jaga Stabilitas Jakarta
Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD
Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW
Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:05 WIB

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kodam Jaya Pastikan Tak Ada Penggusuran di Jalan Kwini VIII, Lahan Negara untuk Rumah Susun Prajurit TNI AD

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:17 WIB

Tinjau Reservoir PAM JAYA, Komisi B Dukung Langkah PAM JAYA Tekan NRW

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:05 WIB