Ketua Komisi I: Kolaborasi dengan Teknologi Buat UMKM Tumbuh

- Editor

Senin, 27 Februari 2023 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meutya Hafid saat menjadi keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Digitalisasi UMKM Kreatif Memanfaatkan Sosial Media, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (27/2).

Meutya Hafid saat menjadi keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Digitalisasi UMKM Kreatif Memanfaatkan Sosial Media, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (27/2).

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid mengatakan kolaborasi dengan teknologi akan membuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus tumbuh dengan cara harus saling menguatkan.

Meutya Hafid yang juga politisi senior Partai Golkar itu menila telah terjadi pola masyarakat dalam berbelanja. Perubahan pola ini harus dicermati para pelaku usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kami memandang, angkatan kerja Indonesia yang tersedia saat ini, harus dikolaborasikan dengan pelaku UMKM sehingga bisa saling menguatkan,” ujar Meutya Hafid dalam keynote speakernya pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Digitalisasi UMKM Kreatif Memanfaatkan Sosial Media, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (27/2).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek. Adapun nara sumber webinar ini adalah, CEO Royal Insan Mandiri Enterprise, Muhammad Ronny Suherza dan Pengurus Pusat Kewirausahaan, Inovasi dan Inkubator Bisnis UMSU, Yudha Andriansyah Putra.

Menurut Meutya Hafid, UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, karena itu pemerintah terus mendorong UMKM bisa bersaing baik di skala nasional bahkan global.

Ia menambahkan pemberdayaan UMKM untuk mengenal dunia digital merupakan langkah baik pemerintah untuk pelaku usaha.

“Upaya pemberdayaan UMKM sangat vital bagi perekonomian Indonesia, sehingga pemberdayaan UMKM melalui digital sangat didorong agar pelaku usaha mendapatkan banyak keuntungan seperti menjangkau pelanggan secara luas, dan konsumen memperoleh keuntungan melalui kemudahan akses produk UMKM,” katanya.

Baca Juga:  Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Di tempat yang sama, Pengurus Pusat Kewirausahaan, Inovasi dan Inkubator Bisnis UMSU, Yudha Andriansyah Putra mengatakan pada dasarnya setiap orang memiliki peluang yang sama besar untuk bisa menjadi pelaku usaha.

“Tidak ada yang lebih hebat dari yang lainnya, yang membedakan adalah usaha,” kata Yudha.

Menurut Yudha, ada beberapa yang harus menjadi perhatian bagi seseorang untuk memulai usaha. Pertama, kata dia adalah tekad yang kuat untuk memulai, kedua, memulai dari minat atau bakat yang dimiliki, ketiga lanjut dia adalah memiliki target, fokus dan konsisten.

“Dan jangan lupa belajar dari orang-orang yang telah sukses dalam membangun bisnis usaha,” katanya.

Sementara itu, CEO Royal Insan Mandiri Enterprise, Muhammad Ronny Suherza mengatakan dalam konsep manajemen kewirausahaan, cara membangun usaha dibutuhkan mental dan mindset serta menentukan apa usahanya sekaligus tempat atau lokasi usaha.

Dalam mendirikan usaha juga yang harus diingat adalah konsistensi dalam hal promosi di marketplace atau messenger. “Mencari pelanggan, cabang, reseller dan konsumen juga bagian penting dalam membangun sebuah usaha,” jelasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi
Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo
Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi
MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan
MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi
Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara
Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Dua Pekan Penentu: Agus Wahid Sebut Solusi Kenegaraan Ada di Tangan Prabowo

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi

Berita Terbaru