BREBES, Mediakarya – Terobosan ekonomi umat kembali lahir dari pesantren. Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda resmi meluncurkan produk kopi lokal unggulan bernama Ben Ngopi, yang digagas langsung oleh para pengasuh pesantren.
Ben Ngopi bukan sekadar produk kopi. Lebih dari itu, Ben Ngopi adalah gerakan kolaboratif yang menghubungkan dunia pesantren dengan petani kopi lokal.
Visi besarnya jelas, membangun kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan.
Di balik gerakan ini, ada sosok H. Muh Imaduddin yang akrab disapa Gus Imad Masruri. Ia bertindak sebagai kolaborator utama yang menyinergikan dua kekuatan besar, potensi SDM santri dan potensi pertanian masyarakat.
“Sinerginya saling menguntungkan. Pesantren dapat bahan baku berkualitas, petani dapat kepastian pasar,” menjadi prinsip yang dijalankan ujar Gus Imad dalam.keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).
Yang membuat Ben Ngopi berbeda adalah filosofinya. Produk ini mengusung slogan nyleneh tapi membumi “Kulinakna ngopeni pikiran senajan IQ ne Pas-Pasan” yang artinya biasakan merawat pikiran walau IQ pas-pasan.
Slogan itu menjadi ajakan untuk selalu menjernihkan pikiran, berpikir positif, dan terus belajar sambil menyeruput kopi.
Soal produksi, semua varian Ben Ngopi diproses langsung di dalam lingkungan pesantren. Mulai hulu hingga hilir digarap santri yang telah dididik secara profesional di dunia perkopian. Hasilnya, cita rasa premium yang siap bersaing di pasar nasional.
Tak hanya produksi, Al Hikmah 2 juga menyiapkan masa depan santri melalui program kelas barista. Bekerja sama dengan lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren, kurikulum vokasi ini membekali santri keterampilan siap pakai, dari teknik brewing hingga manajemen industri kopi modern.
Gus Imad Masruri sendiri turun langsung mendampingi operasional dan pemasaran. Strateginya dua jalur: konvensional dan digital, agar produk santri ini mampu menembus pasar lebih luas.
“Potensi kopi lokal di Kabupaten Brebes ini luar biasa. Tidak hanya untuk nasional, tapi bisa sampai internasional,” tegas Gus Imad.
Menurutnya, kunci sukses ada pada manajemen berkelanjutan dan sinergi quadruple helix.
“Kuncinya manajemen yang baik dan berkelanjutan, serta dukungan penuh dari seluruh stakeholder, mulai pemerintah daerah, pengusaha, petani kopi, hingga pesantren-pesantren di Kabupaten Brebes,” ujarnya.
Melalui Ben Ngopi, Pesantren Al Hikmah 2 Benda membuktikan pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga motor penggerak ekonomi daerah dan inkubator lahirnya santri mandiri, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat luas. (Ugy)










