Kejari Aceh Utara Lakukan Uqubat Cambuk Terhadap 10 Terpidana Pelanggar Qanun Syariat Islam

- Editor

Jumat, 10 Maret 2023 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Ayu H. L Iswara Akbari

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Ayu H. L Iswara Akbari

ACEH UTARA, Mediakarya.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara kembali melakukan Uqubat Cambuk terhadap 10 orang Terpidana Pelanggar Qanun Syariat Islam atas Kasus tindak Pidana Hukum Jinayat, dengan keputusan Terpidana secara sah dan terbukti melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.

Proses eksekusi tersebut di kawal ketat oleh Aparat Kepolisian dari Kesatuan Samapta Bhayangkara (Shabara) Polres Aceh Utara, serta gabungan Satuan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dalam prosesi Uqubat Cambuk yang berlangsung di halaman kantor Kejaksaan setempat, Kamis (9/3/2023).

Sementara itu, adapun pelaku Terpidana berjumlah 10 orang yang telah di jatuhi hukuman berdasarkan Keputusan Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, 8 orang diantaranya Terpidana Kasus Jarimah Maisir (judi online), berisial ZU (25), warga yang berasal dari kabupaten bireun, AF (22), MA (38), HU (31), FY (25), ZU (29), FI (20), dan MO (23). Sedangkan 2 orang Terpidana lainnya, yaitu SU (69) dan KA (26) tersangka Tindak Pidana Kasus Pelecehan Seksual. Semua tersangka tersebut (9 orang_red) merupakan warga Kabupaten Aceh Utara.

Baca Juga:  Kementan Lakukan Pengendalian Stok Pangan di 34 Provinsi

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Ayu H. L Iswara Akbari kepada awak media mengatakan, 8 (delapan) orang yang dinyatakan Terpidana secara sah dan terbukti melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, melakukan Tindak Pidana Jarimah Maisir (Judi Online), masing-masing di eksekusi sebanyak 20 hingga 40 kali cambukan.

Sementara 2 (dua) Terpidana Pelecehan seksual berinisial SU (69) dihukum 40 kali cambukan dan KA (26) dengan eksekusi 100 kali cambuk. Pun begitu, untuk Terpidana berisial KA , tetap harus menjalani hukuman penjara berdasarkan Putusan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon selama 20 (dua puluh) bulan dipotong selama terpidana menjalani masa hukuman, tegasnya, (Mahlil)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Perkuat Roda Organisasi, DPW Resor II BKPN Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus DPW Tingkat Jemaat di BKPN Hilimondregeraya
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
LBH TOHO TNR Fokus Perkuat Layanan Bantuan Hukum Gratis dan Komersial
Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:12 WIB

Perkuat Roda Organisasi, DPW Resor II BKPN Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus DPW Tingkat Jemaat di BKPN Hilimondregeraya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:50 WIB

LBH TOHO TNR Fokus Perkuat Layanan Bantuan Hukum Gratis dan Komersial

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Berita Terbaru