AHY: Keputusan FIFA Telah Mempertaruhkan Nama Baik Indonesia di Mata Dunia

- Editor

Senin, 3 April 2023 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kebijakan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 sebagai dampak perbedaan sikap sejumlah elit maupun kepala dengan presiden terkait rencana kedatangan Timnas Israel berlaga di Indonesia mendapat perhatian serius Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pemerintah pusat tidak sama dengan pemerintah daerahnya. Begitu juga menteri tidak sama dengan jajaran di bawahnya. Ini negara macam apa kalau begini,” ucap AHY di Bandung, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, AHY juga mengaku heran dengan sikap presiden berbeda dengan gubernurnya. Begitu pula sikap pemerintah pusat yang berbeda dengan pemerintah di daerah.

Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster menolak kedatangan timnas Israel sebagai peserta Piala Dunia U-20. Di sisi lain, Presiden Jokowi meminta olahraga dipisahkan dari urusan politik.

Padahal, kata AHY, Indonesia sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah sejak 2019. Lalu mempersiapkan segala urusan mulai 2021, mulai dari kesiapan stadion hingga fasilitas lainnya.

Baca Juga:  Dapat Nominasi Sebagai Pempimpin Terkorup, Jokowi: Yang Dikorupsi Apa?

Namun, muncul penolakan dari sejumlah kepala daerah ketika Piala Dunia U-20 sudah semakin dekat yang berbuntut pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah oleh FIFA.

Menurut dia, keputusan FIFA telah membuat malu Indonesia di mata dunia internasional.

“Saat ini kita malu di dunia internasional. Karena ketidakmampuan kita untuk menyelesaikan situasi internal dalam negeri sendiri,” tegas AHY.

AHY menyebut keputusan FIFA telah mempertaruhkan nama baik Indonesia di mata dunia. Ia tak bisa membayangkan perbincangan dunia soal Indonesia yang gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Kerugian kita adalah secara internasional. Di dunia, kita buruk namanya,” katanya.

AHY juga menganggap kritik sejumlah pihak terutama dari politikus dan tokoh terhadap kehadiran Israel sarat motif politik. Ia tak percaya kritik mereka murni untuk kebaikan negara.

“Saya enggak yakin statement yang dilontarkan oleh tokoh a b, figur a b, itu benar-benar untuk Indonesia kita. Bukan. Tapi lebih sifatnya politis,” pungkasnya..***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya
Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK
Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema
Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

IKD Di Kota Bekasi Masih Minim Partisipasi ASN

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:23 WIB