Wacana Bergabungnya Sandi ke PPP, Pengamat: Lebih Baik Pindah Partai Daripada Meninggalkan Pendukung usai Pilpres

- Editor

Selasa, 11 April 2023 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo parpol

Logo parpol

JAKARTA, Mediakarya – Desas desus adanya wacana politikus Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno akan berpindah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian santer.

Meski Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengelak bahwa Sandiaga Uno sudah lama tidak memperbincangkan soal rencana dirinya akan pindah ke PPP, namun demikian kata Prabowo pilihan partai itu adalah hak setiap orang dan hal itu tidak bisa dilarang.

“Demokrasi kita adalah nyata, parpol kita terbuka, setiap orang boleh masuk asal memenuhi persyaratan parpol. Dan setiap orang boleh pindah parpol tidak ada masalah,” kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan, Senin (10/4/2023).

Sementara, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy alias Rommy membenarkan soal kabar Sandiaga Uno hengkang dari Partai Gerindra.

Dia mengungkapkan bahwa Sandi sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal rencananya berpindah ke PPP.

“Pak Sandi sudah menyampaikan kepada Ketum pak Mardiono, bahwa yang bersangkutan sudah mendapat arahan pak Jokowi akan niatnya bergabung ke PPP,” kata Rommy kepada wartawan, Senin 10 April 2023.

“Itu yang tahu persisnya pak Sandi (Jokowi mengarahkan Sandiaga ke PPP). Tapi bahwa pak Sandi menyampaikan sudah mohon arahan dan pertimbangan ke pak Jokowi,” ujar mantan napi koruptor tersebut.

Tak hanya itu, Rommy juga memastikan bahwa Sandiaga juga sudah berpamitan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Analis Center for Publik Policy Studis (CPPS) Indonesia menilai hengkangnya Sandiaga Uno ke PPP tidak perlu diperdebatkan. Sebab politik itu sangat dinamis.

“Tidak perlu dipermasalahkan, kita tentu masih ingat saat Prabowo memutuskan bergabung dengan kabinet Jokowi. Meski hal itu sangat melukai pendukungnya, tapi jika hal itu dirasa perlu dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan maka apapun dapat dilakukan. Dan ini sudah menjadi fenomena para politisi di negeri ini,” ujar analis CPPS Indonesia Agus Wahid kepada Mediakarya, Selasa (11/4/2023).

Baca Juga:  Ilmuwan: Kebebasan Pers Hadapi Berbagai Tantangan di Era Digital

Begitu juga dengan wacana bergabungnya Sandiaga ke PPP, kata Agus, Ketum Gerindra Prabowo Subianto tidak boleh “kebakaran jenggot”.

“Tidak heran jika ada pilitisi kutu loncat. Misal, saat pemilu periode ini di partai A kemudian pada pemilu berikutnya di partai B dan selanjutnya jika ada peluang bisa berpindah ke partai C,’ ucap Agus.

Oleh karenanya, kata Agus, saat ini mencari politisi yang memiliki ideologi partai yang kuat itu sangat langka. Sebab, seorang politisi kapan pun bisa pundah partai tergantung peluang politik.

Justru kata Agus, lebih baik berpindah partai daripada mengkhianati pendukungnya dan bergabung pada lawan politiknya usai kalah Pilpres.

“Jika ada dalih bahwa bergabungnya kepada partai penguasa lantaran sebagai bentuk jiwa kenegarawanan itu menurut kami alasan itu kurang tepat. Karena bergabungnya sosok yang tadinya oposisi dalam partai koalisi itu pastinya diberi jabatan yang empuk meski pendukung di bawahnya masih berkonflik atas efek pilpres 2019 silam,” kata Agus menyindir.

Oleh karena itu, Agus menilai sikap Sandi lebih gentelmen dan menyatakan bergabung ke PPP dsripada setelah Gerimdra suaranya jeblok baru gabung ke PPP.

“Lebih baik dari awal menyatakan bergabung. Daripada setelah Gerindra suaranya dinyatakan turun baru bergabung ke PPP itu saya rasa kurang elok,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kejar Target Penghematan 100 Triliun Prabowo Tutup 700 BUMN
Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun
Prabowo Setujui Tunjangan Khusus Dokter Spesialis 30 Juta Tiap Bulan
Penutupan Muktamar Prabowo Sah Jadi Warga NU Seumur Hidup
Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah
Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol
Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 02:38 WIB

Kejar Target Penghematan 100 Triliun Prabowo Tutup 700 BUMN

Selasa, 1 September 2026 - 02:26 WIB

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Selasa, 1 September 2026 - 02:15 WIB

Prabowo Setujui Tunjangan Khusus Dokter Spesialis 30 Juta Tiap Bulan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Kejar Target Penghematan 100 Triliun Prabowo Tutup 700 BUMN

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:38 WIB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin

Nasional

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:26 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Hukum

Mabes Polri Mutasi Perwira Polda Metro Jaya

Senin, 31 Agu 2026 - 22:28 WIB