Tangani Kasus Dugaan Asusila Anggota Polairud, IPW Desak Propam Polri Profesional

- Editor

Selasa, 1 September 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, angkat bicara terkait proses hukum yang tengah berjalan atas laporan dugaan tindakan asusila yang melibatkan VFU dengan Bripda RMP, anggota Polairud Mabes Polri.

Sugeng menegaskan bahwa proses pengaduan yang tengah ditangani Divisi Propam Polri harus dijalankan secara profesional dan proporsional.

“Proses pengaduan korban VFU ini terhadap Bripda RMP di Propam Polri harus ditangani secara profesional dan proporsional,” ujar Sugeng saat dimintai keterangannya oleh Mediakarya melalui sambungan teleponnya, Senin (31/8/2026).

Dia menjelaskan, sikap profesional dalam hal ini berarti proses pemeriksaan harus mengedepankan keadilan, baik bagi pihak korban maupun terlapor.

Menurutnya, perlu ditelusuri lebih jauh apakah peristiwa yang terjadi merupakan dugaan pelanggaran kode etik atau justru mengarah pada peristiwa pidana, dan hal itu harus didasarkan pada fakta-fakta yang jelas.

Sementara itu, aspek proporsional menurut Sugeng, harus mempertimbangkan bahwa hubungan antara VFU dan Bripda RMP merupakan hubungan konsensual.

Hubungan konsensual yang dimaksud adalah hubungan antara dua orang dewasa yang memahami implikasi dari hubungan tersebut, termasuk dalam kaitannya dengan hubungan seksual.

Baca Juga:  Copot Komut BUMD, PJ Teguh Abaikan Aspirasi Mas Pram?

Dari hubungan itu, kata Sugeng, terjadi kehamilan dan sempat ada rencana pernikahan antara kedua belah pihak.

Meski demikian, pihaknya menekankan pentingnya pendalaman terkait kemungkinan adanya unsur dominasi yang mengarah kepada pemaksaan maupun kekerasan dari pihak terlapor terhadap korban. “Ini perlu didalami,” katanya.

IPW juga turut menyoroti sikap Bripda RMP yang dinilainya tidak menunjukkan tanggung jawab atas perbuatannya yang dilakukan terhadap korban.

Dia menyebut, kedua belah pihak sebelumnya telah sepakat untuk menikah, namun kesepakatan itu kemudian diingkari oleh terlapor.

“Itu mungkin menjadi satu hal yang harus menjadi catatan,” tegas Sugeng

Dia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Divisi Propam Polri, yang disebutnya sebagai garda terdepan institusi Polri untuk menjaga marwah institusi serta memastikan anggotanya taat hukum dan kode etik.

“Propam adalah yang menjaga agar anggota untuk taat kode etik dan hukum,” pungkas Sugeng. (Supri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dittipidter Bareskrim Polri Garda Terdepan Melawan Mafia Sumber Daya Alam
Mabes Polri Mutasi Perwira Polda Metro Jaya
Korban Dugaan Tindakan Asusila Laporkan Oknum Polairud, Minta Dipecat
Putusan PT Bandung: dr. Silvi Apriani Lepas dari Segala Tuntutan Hukum
Korban Jadi Tersangka, LBH TOHO-TNR Ancam Praperadilan-kan Polres Nias Selatan
GEMAKU Bogor: KPK Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN
Kiprah Jenderal Listyo Sigit tak Diragukan, GNK Ajak Masyarakat Objektif dalam Menilai Kinerja Kapolri

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:49 WIB

Dittipidter Bareskrim Polri Garda Terdepan Melawan Mafia Sumber Daya Alam

Selasa, 1 September 2026 - 05:25 WIB

Tangani Kasus Dugaan Asusila Anggota Polairud, IPW Desak Propam Polri Profesional

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Korban Dugaan Tindakan Asusila Laporkan Oknum Polairud, Minta Dipecat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Putusan PT Bandung: dr. Silvi Apriani Lepas dari Segala Tuntutan Hukum

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Korban Jadi Tersangka, LBH TOHO-TNR Ancam Praperadilan-kan Polres Nias Selatan

Berita Terbaru

Mabes Polri (Ist)

Ekonomi & Bisnis

Dittipidter Bareskrim Polri Garda Terdepan Melawan Mafia Sumber Daya Alam

Selasa, 1 Sep 2026 - 05:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Kejar Target Penghematan 100 Triliun Prabowo Tutup 700 BUMN

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:38 WIB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin

Nasional

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:26 WIB