Iriana dan OASE KIM Serukan Hentikan Kekerasan di Palestina

- Editor

Minggu, 5 November 2023 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) menyerukan agar kekerasan dan perang di Palestina segera diakhiri.

“Saya sungguh berharap kekerasan dapat dihentikan, perang dapat diakhiri, akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka dan mari bersama kita bantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Ibu Negara dalam video yang diunggah dalam laman YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu.

Ibu Negara mengatakan saat ini sudah banyak yang kehilangan nyawa di Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan, di mana sebagian besar adalah warga sipil yang tidak berdosa.

Kehidupan di Gaza, menurut dia, juga semakin sulit karena akses terhadap air bersih, listrik dan makanan juga sangat terbatas.

“Sebagai perempuan, sebagai ibu, saya sangat sedih melihat situasi ini, saya tidak bisa membayangkan derita anak-anak yang tidak berdosa yang harus menghadapi kenyataan seberat ini,” kata Iriana.

Dia mengajak semua pihak untuk hidup bersama secara damai, menghindari perpecahan dan permusuhan.

“Demi anak cucu kita, demi masa depan dunia yang lebih baik bagi semua,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Iriana dan OASE KIM dengan dipimpin oleh istri Menteri Agama Eny Yaqut Cholil, juga turut menyampaikan doa atas kondisi yang terjadi di Palestina serta kepada para korban yang berjatuhan.

Adapun desakan Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Palestina terus dilakukan. Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyatakan kemarahan Indonesia atas kekerasan di Gaza.

Indonesia mengecam keras tindak kekerasan di Gaza, yang mengakibatkan penderitaan dan semakin banyaknya korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Indonesia juga mengutuk serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Ahli (Baptist) yang menurut Presiden jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Baca Juga:  Panglima TNI Pastikan Prajurit Terlibat Pelecehan Diproses Hukum

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam melihat korban sipil terus berjatuhan dan membiarkan ketidakadilan terhadap rakyat Palestina terus terjadi.

“Indonesia sangat marah terhadap memburuknya situasi di Gaza, terutama situasi kemanusiaan,” ujar Presiden, dilansir dari antara.

Tidak hanya itu Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera bertindak guna menghentikan eskalasi konflik Israel-Palestina di Gaza dan mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi.

Dalam debat terbuka DK PBB untuk membahas situasi di Gaza, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa setiap detik yang terbuang tanpa adanya aksi nyata dari Dewan Keamanan berdampak mengerikan bagi warga Palestina di Gaza.

Retno menegaskan bahwa DK PBB tidak boleh tinggal diam menyaksikan bencana dan kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina.

Indonesia sendiri telah menyalurkan secara resmi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Pengiriman bantuan kemanusiaan dari Pemerintah RI itu dilepas langsung Presiden Widodo di Landasan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Bantuan untuk warga Palestina di Gaza, antara lain berupa bahan makanan, alat medis, selimut, tenda, dan barang logistik lainnya seberat total 51,5 ton dan merupakan bantuan tahap pertama yang dikirim Pemerintah RI ke Gaza.

Bantuan itu diangkut menggunakan tiga pesawat, meliputi dua pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1327 dan A-1328 berasal dari Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32 TNI AU, serta satu pesawat sewa Boeing 737 Garuda Indonesia.

Bantuan bukan hanya dari Pemerintah RI, tetapi juga masyarakat dunia usaha yang disalurkan melalui lembaga kemanusiaan, seperti Baznas, PMI, dan Kita Bisa. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente
HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise
Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Dugaan Pungli Pengaktifan Dapur Kembali Mencuat, Kepala BGN Diminta Segera Tindak Oknum Pemburu Rente

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WIB

HIKSEMI Tawarkan Storage AI Berkecepatan 13.000 MB/s untuk Data Center dan Enterprise

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Berita Terbaru